INSIBERNEWS - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam operasi pencarian kecelakaan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung. Jasad korban ditemukan di jurang dengan kondisi medan ekstrem dan jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal.
Anggota Tim SAR, Saiful Malik, mengungkapkan korban ditemukan sekitar 100 meter sebelum titik jatuhnya bagian kepala pesawat. Lokasi penemuan berada di kedalaman sekitar 300 meter di dasar jurang yang curam.
Baca Juga: KBRI Phnom Penh Tangani Ratusan WNI Usai Penangkapan Sindikat Penipuan Online di Kamboja
“Awalnya saya melihat jasad korban dari kejauhan. Saya belum berani mendekat karena kondisi medan berbahaya. Setelah tim Basarnas dan personel lainnya tiba, kami pastikan korban berjenis kelamin perempuan dan masih mengenakan nametag,” ujar Saiful.
Ia menambahkan, di sekitar tubuh korban ditemukan sejumlah serpihan mesin pesawat. Keberadaan identitas yang masih melekat memudahkan proses identifikasi awal sebelum dilakukan evakuasi lanjutan.
Menurut Saiful, posisi korban saat ditemukan dalam keadaan tengkurap. Meski berada di jurang dalam, kondisi jasad disebut relatif utuh, meski masih perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan forensik.
Baca Juga: Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal Bakal Dapat Tunjangan Sebesar Rp30 Juta per Bulan
Sementara itu, anggota Tim SAR dari Yonmarhanlan Makassar, Serda Marinir Syamsul Alam, menjelaskan bahwa kondisi alam di lokasi pencarian menjadi tantangan utama bagi tim gabungan. Medan terjal dan licin diperparah oleh kabut tebal yang menyelimuti area gunung.
“Jarak pandang hanya sekitar satu meter. Jalurnya sangat curam dan berbahaya, jadi setiap pergerakan harus ekstra hati-hati,” kata Syamsul.
Ia menyebutkan, posisi korban ditemukan tidak jauh dari serpihan pesawat lain yang sebelumnya berhasil dilacak tim SAR. Beberapa bagian penting, termasuk baterai dan potongan besar mesin, berada sangat dekat dari lokasi jasad korban.
Baca Juga: Tragis! Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta di Sinaksak, Polisi Dalami Penyebab Insiden
“Korban tersangkut di kayu di sisi selatan jurang. Kalau tidak ada kayu itu, kemungkinan besar korban sudah jatuh lebih dalam,” jelasnya.
Akibat cuaca yang belum bersahabat dan kondisi medan yang berisiko tinggi, jenazah korban belum dapat langsung dievakuasi ke posko SAR. Tim gabungan memutuskan menunggu kondisi cuaca membaik demi memastikan keselamatan seluruh personel yang bertugas.***