news

Danantara Bidik Tekstil Jadi BUMN Baru, Fokus Serap Tenaga Kerja Nasional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:22 WIB
Danantara Kaji BUMN Tekstil, Fokus Jaga Industri dan Pekerjaan Nasional (Foto : instagram/rosanroeslani)

INSIBERNEWS - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia tengah serius mengkaji rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat industri padat karya sekaligus menjaga daya serap tenaga kerja nasional.

Sektor tekstil dipandang memiliki peran penting dalam struktur industri nasional, terutama sebagai salah satu penopang utama lapangan pekerjaan.

Di tengah tantangan global dan tekanan impor, penguatan industri dalam negeri dianggap mendesak agar rantai produksi tetap terjaga.

Baca Juga: Miris! Berkedok Surat Tugas Yayasan, Uang Sedekah Warga untuk Anak Yatim Dipakai Berjudi

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan setiap keputusan investasi yang diambil lembaganya selalu melalui proses kajian mendalam. Mulai dari uji kelayakan bisnis hingga penilaian menyeluruh terhadap dampak jangka panjang.

Menurut Rosan, Danantara tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial. Lembaga ini juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari setiap investasi, termasuk kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan stabilitas industri nasional.

“Tentunya juga kita kan ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kemenkeu Bantah Keras Isu Rekening Jokowi di Bank China, Ditegaskan Hoaks!

Ia menjelaskan, sektor tekstil memiliki karakter padat karya yang sejalan dengan mandat Danantara untuk mendorong investasi berdampak. Oleh karena itu, kajian pembentukan BUMN tekstil tidak hanya melihat kondisi pasar, tetapi juga kesiapan industri dan keberlanjutan usaha.

Rosan menambahkan, Danantara juga akan menilai posisi industri tekstil nasional dalam rantai pasok global, termasuk potensi substitusi impor dan peluang ekspor. Hal ini penting agar BUMN yang dibentuk nantinya memiliki daya saing dan tidak membebani keuangan negara.

Baca Juga: Harga Minyak RI Terkoreksi di Akhir Tahun, Bayang-bayang Oversupply Tekan ICP

Selain itu, aspek tata kelola dan efisiensi operasional menjadi perhatian utama. Danantara ingin memastikan jika rencana ini direalisasikan, pengelolaan BUMN tekstil dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kinerja jangka panjang.

Kajian tersebut masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada keputusan final. Namun, sinyal ini menunjukkan arah kebijakan Danantara yang tidak hanya berfokus pada return investasi, tetapi juga pada penguatan industri strategis dan perlindungan tenaga kerja dalam negeri.***

Tags

Terkini