INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Amran menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan stok yang sangat memadai untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
“Sekarang tanpa impor, stok kita atau cadangan beras pemerintah sudah lebih dari 3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah,”ujar Amran, dikutip Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Prabowo Klaim Program MBG Nyaris Sempurna, Akui Kekurangan tapi Tegaskan Manfaat Besar
Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa produksi beras dalam negeri berada pada level surplus. Dengan capaian itu, pemerintah menilai kebutuhan masyarakat hingga Ramadan dan Lebaran dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
“Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadan, tidak ada masalah. Semua aman,” tegasnya.
Menurut Amran, capaian stok beras ini merupakan hasil dari sinergi berbagai kebijakan pangan, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, perbaikan distribusi, hingga penguatan peran petani lokal. Pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca dan produksi agar pasokan tetap terjaga.
Baca Juga: Skandal Pengadaan Militer Guncang Malaysia, 26 Perusahaan Diselidiki MACC
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah tetap berpegang pada arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan mengutamakan produksi dalam negeri. Perlindungan terhadap petani menjadi salah satu prioritas utama.
Selain menjaga stok, pemerintah juga berupaya menstabilkan harga di tingkat konsumen dan petani. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau, sementara petani tetap mendapatkan nilai jual yang layak.
Amran menilai keberhasilan menjaga stok tanpa impor menjadi momentum penting bagi Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Ia optimistis capaian ini dapat terus dipertahankan dengan dukungan semua pihak.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan stok yang aman dan distribusi yang terjaga, kebutuhan pangan nasional diyakini dapat terpenuhi secara merata.***