Skandal Pengadaan Militer Guncang Malaysia, 26 Perusahaan Diselidiki MACC

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 7 Januari 2026 | 08:56 WIB
Ilustrasi Korupsi (Foto : dppkbpppa.pontianak)
Ilustrasi Korupsi (Foto : dppkbpppa.pontianak)

INSIBERNEWS - Aroma tak sedap kembali menyeruak dari Malaysia. Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC/SPRM) tengah mengusut dugaan praktik korupsi dalam pengadaan proyek militer yang melibatkan puluhan perusahaan swasta. Kasus ini disebut-sebut bernilai besar dan menyeret nama-nama penting di lingkungan militer.

Berdasarkan informasi awal, sedikitnya 26 perusahaan diduga terlibat dalam praktik rasuah tersebut.

Aliran dana yang mencurigakan disebut mengalir ke sejumlah perwira senior, sehingga memunculkan kekhawatiran adanya penyalahgunaan kewenangan di sektor pertahanan negara.

Baca Juga: Bela Marwah, Bukan Tutup Mata: Klarifikasi Arief Rosyid soal Pernyataannya tentang Bahlil

Tak hanya berhenti di level perusahaan, penyelidikan juga dikabarkan menyentuh pucuk pimpinan militer. Seorang pejabat setingkat Panglima Tentara Darat Malaysia, yang posisinya setara dengan Kepala Staf Angkatan Darat, disebut ikut terseret bersama lingkaran terdekatnya.

Sumber yang dikutip kantor berita Bernama di Kuala Lumpur, Senin (5/1/2026), mengungkapkan bahwa seluruh pemilik perusahaan yang terindikasi terlibat tengah dalam proses pemeriksaan intensif. Tidak menutup kemungkinan, mereka akan ditahan guna mempermudah proses penyelidikan.

“MACC mulai menyelidiki ke-26 perusahaan tersebut di beberapa lokasi di seluruh Lembah Klang, Perak, dan Penang,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Tersangka Kasus Perlindungan Konsumen, Dokter Richard Lee Dijadwalkan Hadir Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Penyelidikan ini dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah strategis. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya MACC untuk menelusuri alur keuangan, dokumen kontrak, hingga hubungan antara pihak swasta dan pejabat militer yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut.

Kasus ini langsung menyita perhatian publik Malaysia. Isu korupsi di sektor pertahanan dianggap sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan keamanan negara dan penggunaan anggaran publik yang besar.

Sejumlah pengamat menilai, jika dugaan ini terbukti, maka kasus tersebut bisa menjadi salah satu skandal korupsi militer terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Malaysia. Transparansi dan ketegasan penegakan hukum pun menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Siap-siap! Ariana Grande Bakal Kembali ke Panggung Dunia Lewat 'Eternal Sunshine Tour' 2026

Hingga kini, pihak MACC belum memberikan pernyataan resmi secara rinci mengenai nilai kerugian negara maupun identitas para perwira yang diduga terlibat. Namun, lembaga antirasuah itu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X