Sawah Tiba-Tiba Ambles, Sinkhole di Situjuah Limo Nagari Jadi Tontonan Warga, Air Berubah Biru Kehijauan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 6 Januari 2026 | 20:36 WIB
Fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.  (Instagram/pdg24jam-TikTok/rdityamarcelino_)
Fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (Instagram/pdg24jam-TikTok/rdityamarcelino_)

INSIBERNEWS – Fenomena alam berupa sinkhole atau tanah ambles menghebohkan warga Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Lubang besar yang tiba-tiba muncul di area persawahan ini pertama kali terpantau pada Minggu, 4 Januari 2026, dan sejak itu terus menarik perhatian masyarakat.

Lubang ambles tersebut kini terisi air dengan warna yang tidak biasa. Jika awalnya air tampak keruh kecokelatan, dalam beberapa hari terakhir warnanya berubah menjadi biru kehijauan, menyerupai telaga alami. Ketinggian air di dalam sinkhole juga terus bertambah hingga meluap dan menggenangi sawah di sekitarnya.

Ukuran Sinkhole Cukup Besar, Polisi Pasang Garis Pembatas

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, sinkhole tersebut memiliki ukuran sekitar 10 meter panjang, 7 meter lebar, dan kedalaman mencapai 5,7 meter. Meski hingga kini diameternya belum bertambah, kondisi tanah di sekitarnya masih dinilai labil.

Baca Juga: Solskjaer Buka Peluang Pulang ke Old Trafford, MU Cari Nahkoda Darurat Usai Amorim Dipecat

Sebagai langkah pengamanan, aparat terkait telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Warga diminta tidak mendekat guna menghindari risiko longsor susulan atau pergerakan tanah yang berbahaya.

Kawasan Batu Kapur Rawan Tanah Ambles

Wilayah Nagari Situjuah dikenal sebagai kawasan batu kapur, yang secara geologis rentan mengalami pelarutan oleh air. Lapisan batu kapur tersebut tertutup material vulkanik dari Gunung Sago, menjadikan tanahnya subur dan dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian.

Kombinasi antara struktur batuan kapur dan aliran air bawah tanah diduga kuat menjadi penyebab munculnya sinkhole ini. Fenomena serupa sebenarnya bukan hal asing bagi warga setempat. Masyarakat Minangkabau telah lama mengenalnya dengan istilah “Sawah Luluih”, yakni sawah yang amblas akibat runtuhan tanah di bawahnya.

Baca Juga: Eddy Soeparno Ingatkan Risiko Krisis Energi, Pemerintah Diminta Siaga Hadapi Gejolak Minyak Dunia

Jadi Tontonan Warga Hingga Pedagang Bermunculan

Meski area sudah diberi pembatas, fenomena alam ini justru berubah menjadi daya tarik warga sekitar. 

Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan ramainya masyarakat yang datang untuk melihat langsung kondisi sinkhole di tengah sawah.

Tak hanya warga, para pedagang kaki lima pun mulai berjejer di sepanjang jalan dekat lokasi kejadian, memanfaatkan keramaian yang terjadi. Kondisi ini membuat aparat terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga jarak dan mengutamakan keselamatan.

Pihak berwenang mengingatkan warga agar tidak menjadikan lokasi sinkhole sebagai tempat wisata dadakan. Pengawasan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pelebaran lubang atau amblesan lanjutan, mengingat struktur tanah di kawasan tersebut masih berpotensi bergerak.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X