news

Ekosistem Halal Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Nasional

Minggu, 28 Desember 2025 | 13:25 WIB
Sertifikasi Halal (Kemenag)

INSIBERNEWS - Kebijakan halal dinilai memiliki peran strategis dalam kerangka pembangunan nasional. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem halal tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap agenda besar negara.

Menurut Babe Haikal, kebijakan halal sejalan dengan Prioritas Nasional (PN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Secara khusus, kontribusi tersebut menyentuh PN 2 dan PN 8 yang menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Baca Juga: APBD DKI 2026 Resmi Dipatok Rp81,32 Triliun, Pemprov Fokuskan Anggaran ke Masalah Warga

PN 2, kata dia, menitikberatkan pada upaya memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa.

Dalam konteks ini, penguatan ekonomi syariah dan ekosistem halal menjadi salah satu instrumen penting untuk mengurangi ketergantungan dan memperkokoh daya tahan ekonomi nasional.

Sementara itu, PN 8 diarahkan pada penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus menciptakan peluang usaha baru, khususnya bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga: KSPI Minta UMP DKI 2026 Dikoreksi: Upah Rp5,73 Juta Dinilai Belum Layak Hidup di Jakarta

Babe Haikal menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap kebijakan halal diwujudkan melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya adalah percepatan fasilitasi sertifikasi halal agar pelaku usaha lebih mudah dan cepat memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada penguatan kelembagaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mendukung industri halal. Upaya ini dilakukan agar ekosistem halal dapat tumbuh secara profesional, kredibel, dan berdaya saing di tingkat global.

Pengembangan kebijakan ekosistem halal turut diperkuat melalui kemitraan lintas sektor, baik dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga perguruan tinggi. Riset dan inovasi dari hulu hingga hilir juga menjadi perhatian untuk memastikan industri halal terus berkembang.

Baca Juga: Gelombang PHK Belum Mereda, DPR Ingatkan Pemerintah Segera Koreksi Arah Kebijakan Ekonomi

“Dalam hal ini, halal menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka pasar, dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Babe Haikal.

Ia berharap penguatan ekosistem halal dapat menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri halal dunia. Dengan populasi muslim terbesar dan potensi sumber daya yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadikan sektor halal sebagai pilar ekonomi masa depan.***

Tags

Terkini