news

Tumpukan Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh Jadi Sorotan, Warga Butuh Baju Sehari-hari

Jumat, 19 Desember 2025 | 16:33 WIB
Banyak baju donasi yang menumpuk di pinggir jalanan di Aceh. (Instagram/berkahberbagi.id)

INSIBERNEWS – Bantuan pakaian untuk korban bencana alam di Aceh tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan tumpukan pakaian sumbangan yang berserakan di pinggir jalan, memicu pertanyaan publik mengenai ketepatan dan kualitas donasi yang diberikan.

Dalam situasi pascabencana, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pakaian memang sangat penting bagi warga terdampak. Namun, masalah muncul ketika pakaian yang disumbangkan justru tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan para pengungsi.

Pakaian Donasi Dinilai Tidak Sesuai Kebutuhan Pengungsi
Beberapa pakaian yang ditemukan di lokasi pengungsian disebut berupa busana pesta, kebaya berbahan brokat, hingga pakaian dengan desain yang tidak praktis. Jenis pakaian tersebut dinilai sulit digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama di tengah kondisi darurat.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumatera Telan 1.068 Korban Jiwa, 27 Daerah Masih Tanggap Darurat

Isu ini ramai diperbincangkan setelah seorang influencer yang dikenal dengan nama Miss Yuni, melalui akun Instagram @yuni_tkwhongkong, membagikan video yang menampilkan keluhan langsung dari pengungsi di Aceh.

Salah satu pengungsi menyampaikan bahwa mereka membutuhkan pakaian sederhana dan nyaman, bukan busana dengan desain khusus.

“Ngasih bajunya itu bukan kayak untuk hari-hari, kami kan butuh kaos, celana, ini ngasih baju konsep seksi, siapa yang mau pakai?” ujar salah satu pengungsi dalam video, dikutip pada Jumat, 19 Desember 2025.

Baca Juga: Bea Keluar Batu Bara Siap Berlaku 2026, Penerimaan Negara Diproyeksi Naik hingga Rp25 Triliun

“Bukannya nggak bersyukur, bukannya menolak, cuma yang kami butuhkan ini celana pendek atau baju kaos,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa keluhan tersebut bukan bentuk penolakan bantuan, melainkan harapan agar donasi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

Cuaca Panas Jadi Pertimbangan Penting
Keluhan serupa juga muncul dari wilayah Aceh Tamiang. Melalui unggahan akun Instagram @pempek_funny, seorang warga mengirimkan pesan langsung yang menjelaskan bahwa kondisi cuaca di daerah tersebut cukup ekstrem setelah banjir.

Menurutnya, pakaian yang tidak menyerap keringat akan menyulitkan pengungsi, terutama saat suhu udara meningkat.

Baca Juga: KPK Lakukan OTT di Banten, Lima Orang Kini Diperiksa Intensif

“Baju yang berserakan mungkin nggak terlalu cocok untuk pengungsi Ci, beberapa kali aku lihat baju yang didonasikan seperti baju mau kondangan dan baju dengan jenis yang nggak nyerap keringat,” tulis pesan yang diunggah pada Jumat, 19 Desember 2025.

Halaman:

Tags

Terkini