INSIBERNEWS - Bank Indonesia memproyeksikan lonjakan aktivitas penukaran uang tunai menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peningkatan ini diperkirakan seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di akhir tahun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, menyampaikan bahwa tren penukaran uang tunai biasanya naik signifikan menjelang momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Tahun ini, peningkatannya diperkirakan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: KPK Lakukan OTT di Banten, Lima Orang Kini Diperiksa Intensif
“Tahun ini kami perkirakan terjadi peningkatan jumlah penukaran uang tunai, seiring kondisi ekonomi dan sosial yang secara umum terus membaik,” ujar Ricky dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.
Menurut Ricky, pemulihan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kebutuhan uang tunai. Selain untuk kebutuhan konsumsi, penukaran uang juga banyak dilakukan untuk keperluan perjalanan, pariwisata, hingga tradisi berbagi di momen akhir tahun.
Bank Indonesia pun memastikan kesiapan pasokan uang kartal di seluruh wilayah Indonesia. BI telah menyiapkan strategi distribusi uang tunai agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala, termasuk di daerah-daerah dengan tingkat mobilitas tinggi.
Baca Juga: BYD Tampil Percaya Diri di GJAW 2025, Proyek Pabrik Subang Masuk Tahap Akhir
Selain menyiapkan uang tunai, BI juga mendorong masyarakat untuk tetap memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai. Digitalisasi transaksi dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus keamanan dalam bertransaksi, terutama saat aktivitas ekonomi meningkat tajam.
Ricky menambahkan, koordinasi dengan perbankan dan lembaga jasa keuangan terus dilakukan agar layanan penukaran uang dapat berjalan lancar. Bank-bank diminta memperpanjang jam layanan tertentu serta menambah titik penukaran sesuai kebutuhan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia optimistis kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional hingga pergantian tahun.***