INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan roda perekonomian masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah tetap berputar, terutama bagi para petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Upaya ini dilakukan agar bencana tidak memutus mata pencaharian warga dan hasil panen tetap memiliki nilai ekonomi.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa pemerintah mengambil langkah konkret dengan membantu distribusi hasil pertanian warga ke luar daerah.
Salah satu solusi yang ditempuh adalah memanfaatkan armada udara yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut bantuan logistik.
Langkah tersebut dinilai efektif mengingat keterbatasan akses darat akibat dampak bencana. Dengan jalur udara, hasil tani warga dapat tetap tersalurkan ke pasar tanpa harus menunggu kondisi infrastruktur pulih sepenuhnya.
“Bupati Bener Meriah, Bapak Tagore, menyampaikan bahwa sejak 8 Desember lalu, hasil-hasil tani warga Bener Meriah dan Takengon telah diterbangkan ke Posko Halim,” tulis Teddy melalui akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (18/12/2025).
Pengiriman hasil pertanian itu dilakukan menggunakan helikopter maupun pesawat milik TNI dan pihak swasta. Armada udara tersebut lepas landas dari Bandara Rembele yang berada di Kabupaten Bener Meriah, sebelum akhirnya tiba di Jakarta.
Baca Juga: Pesawat Hercules TNI AU Angkut 14 Ton Cabai Petani Bener Meriah ke Medan
Menurut Teddy, pemanfaatan armada bantuan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan pihak swasta. Dengan kolaborasi tersebut, bantuan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan ekonomi masyarakat.
Hasil tani yang dikirim meliputi komoditas unggulan daerah dataran tinggi Gayo, yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga setempat. Pemerintah berharap, distribusi ini dapat membantu petani tetap memperoleh penghasilan meski berada dalam situasi sulit.
Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Ton di Kamboja, Kinerja Kepala BNN Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan
Selain pengangkutan hasil pertanian, pemerintah juga terus memantau kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk ketersediaan pangan, layanan kesehatan, serta percepatan pemulihan infrastruktur. Semua langkah itu dilakukan secara paralel agar dampak bencana tidak berkepanjangan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan masyarakat di masa pemulihan. Dukungan terhadap petani dan pelaku ekonomi lokal menjadi prioritas, agar kehidupan warga Bener Meriah dan Aceh Tengah dapat segera bangkit dan kembali normal.***
Artikel Terkait
Tanggapi Arahan Presiden Prabowo, Kemenkes Tambah Tenaga Kesehatan di Aceh Utara
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur, 310 Personel Diterjunkan Tangani Kerusakan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Vilmei Jadi Penghubung, Ibu dan Anak yang Terpisah Banjir Aceh Akhirnya Bertemu
Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Ton di Kamboja, Kinerja Kepala BNN Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan
Semangat Belajar Tak Padam, Anak-Anak Korban Banjir Aceh Tetap Bersekolah di Posko Darurat
Viral! Pria Diduga Disekap dan Dirampok oleh Komplotan Modus Transaksi Ilegal di Jakarta Timur
Pesawat Hercules TNI AU Angkut 14 Ton Cabai Petani Bener Meriah ke Medan
BRI Mempercepat Pemulihan Pascabencana Sumatra dengan Salurkan Bantuan di Lebih Dari 40 Lokasi
Lisa Mariana Kirim DM ke Atalia Ditengah Proses Perceraian dengan Ridwan Kamil, Akui Bersalah dan Minta Maaf
Registrasi SIM Card Pakai Pengenalan Wajah Dimulai 2026, Pemerintah Targetkan Ruang Digital Lebih Aman