news

Endapan Lumpur Setinggi Dada Hingga Atap, Warga Sumatera Harus Merangkak demi Masuk Rumah

Jumat, 12 Desember 2025 | 10:09 WIB
Kondisi rumah pascabanjir di Sumatera, endapan lumpur tinggi hampir sentuh atap. (Instagram/hadisitanggan - TikTok/r.f_95)

Pemandangan rumah-rumah yang hampir tidak bisa dimasuki itu memicu reaksi dari warganet. Banyak yang bersedih melihat bagaimana warga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tempat tinggal mereka hampir mustahil dipulihkan dalam waktu dekat.

"Gimana beresinnya, mulai dari mana dulu ini?" tulis akun @jen****

Baca Juga: Cari Kerang Berujung Maut, 8 Santri di Blora Terseret Arus Sungai, 2 Tewas dan 3 Hilang

"Doa kami untuk Sumatera, semoga Aceh dan yang lain cepat pulih," komentar akun @khairi_**

"Masih bisa dibersihkan nggak ya? Kalau tidak, semoga Allah beri rezeki yang lebih luas buat semua korban," ujar akun @en.***

Sementara itu, BNPB merilis pembaruan jumlah korban jiwa dan warga terdampak. Hingga Kamis sore, 11 Desember 2025, total korban meninggal dunia telah mencapai 990 orang, dengan korban terbanyak berasal dari Aceh sebanyak 407 jiwa. Disusul Sumatera Utara dengan 343 korban, dan Sumatera Barat yang mencatat 240 korban meninggal.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Jeddah, Waspada Cuaca Ekstrem di Arab Saudi

Tim gabungan masih mencari 222 warga yang hingga kini belum ditemukan. Pencarian dilakukan dengan metode manual karena banyak area tertutup material longsor yang sulit dijangkau alat berat. Situasi ini membuat proses penyelamatan berjalan lambat dan penuh risiko.

Untuk pengungsi, BNPB mencatat setidaknya 894.101 jiwa masih menempati posko-posko yang tersebar di beberapa kabupaten. Mereka masih membutuhkan bantuan berupa air bersih, makanan, pakaian layak pakai, hingga dukungan kesehatan, karena banyak dari mereka telah kehilangan seluruh harta benda dalam bencana.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Tanggung Penuh Biaya Perawatan 21 Korban Insiden Mobil MBG di Kalibaru

Di tengah keputusasaan itu, warga hanya bisa berharap agar kondisi segera membaik. Namun melihat rumah yang kini hanya bisa dimasuki dengan merangkak, banyak yang menyadari bahwa perjalanan menuju pemulihan masih sangat panjang.***

Halaman:

Tags

Terkini