Pemandangan rumah-rumah yang hampir tidak bisa dimasuki itu memicu reaksi dari warganet. Banyak yang bersedih melihat bagaimana warga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tempat tinggal mereka hampir mustahil dipulihkan dalam waktu dekat.
"Gimana beresinnya, mulai dari mana dulu ini?" tulis akun @jen****
Baca Juga: Cari Kerang Berujung Maut, 8 Santri di Blora Terseret Arus Sungai, 2 Tewas dan 3 Hilang
"Doa kami untuk Sumatera, semoga Aceh dan yang lain cepat pulih," komentar akun @khairi_**
"Masih bisa dibersihkan nggak ya? Kalau tidak, semoga Allah beri rezeki yang lebih luas buat semua korban," ujar akun @en.***
Sementara itu, BNPB merilis pembaruan jumlah korban jiwa dan warga terdampak. Hingga Kamis sore, 11 Desember 2025, total korban meninggal dunia telah mencapai 990 orang, dengan korban terbanyak berasal dari Aceh sebanyak 407 jiwa. Disusul Sumatera Utara dengan 343 korban, dan Sumatera Barat yang mencatat 240 korban meninggal.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Jeddah, Waspada Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
Tim gabungan masih mencari 222 warga yang hingga kini belum ditemukan. Pencarian dilakukan dengan metode manual karena banyak area tertutup material longsor yang sulit dijangkau alat berat. Situasi ini membuat proses penyelamatan berjalan lambat dan penuh risiko.
Untuk pengungsi, BNPB mencatat setidaknya 894.101 jiwa masih menempati posko-posko yang tersebar di beberapa kabupaten. Mereka masih membutuhkan bantuan berupa air bersih, makanan, pakaian layak pakai, hingga dukungan kesehatan, karena banyak dari mereka telah kehilangan seluruh harta benda dalam bencana.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Tanggung Penuh Biaya Perawatan 21 Korban Insiden Mobil MBG di Kalibaru
Di tengah keputusasaan itu, warga hanya bisa berharap agar kondisi segera membaik. Namun melihat rumah yang kini hanya bisa dimasuki dengan merangkak, banyak yang menyadari bahwa perjalanan menuju pemulihan masih sangat panjang.***
Artikel Terkait
IFG Tegaskan Transparansi Informasi sebagai Pelayanan Publik dan Pilar Penguatan Reputasi Perusahaan
Fenomena Gunung Menangis di Sembalun NTB, Air Terjun Dadakan Muncul Usai Hujan Deras
Cari Kerang Berujung Maut, 8 Santri di Blora Terseret Arus Sungai, 2 Tewas dan 3 Hilang
Kantor PSY Digeledah Polisi, Kasus Dugaan Obat Tidur Ilegal Makin Jadi Buah Bibir di Korsel
Jelang Nataru dan Pascabencana, Kemendag Intensif Awasi Distribusi MinyaKita di Sumatera
Harga Perak Meroket, Tumbuh Lebih Cepat dari Emas dan Catat Rekor Sepanjang Masa
BGN Sampaikan Duka dan Janji Perketat SOP Usai Mobil MBG Tabrak Siswa di Kalibaru
Alasan Keselamatan, Semua Atlet Kamboja Batal Ikut SEA Games 2025 Thailand
Perkuat Inklusi Keuangan, AgenBRILink Permudah Akses Layanan Perbankan Masyarakat di Perbatasan
Suara Adzan yang Tak Pernah Padam, Kisah Pilu Suami Kehilangan Istri dalam Bencana Banjir dan Longsor Sibolga