Baca Juga: Dari Lapangan Migas ke Kursi Menteri: Kisah Lika-Liku Purbaya yang Pernah Tak Tidur 5 Hari
Ia berharap momentum bencana ini dapat membuka mata semua pihak, bahwa pembangunan tak bisa terus dilakukan dengan mengorbankan lingkungan. Jika keseimbangan alam rusak, maka manusialah yang pertama kali merasakan akibatnya.
Gus Kautsar menutup seruannya dengan mengajak masyarakat untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab. Bagi dia, bencana bukan hanya musibah, tapi sekaligus teguran agar manusia kembali menata hubungan dengan alam, dengan cara yang lebih beradab dan berkelanjutan.***