INSIBERNEWS - KAI Commuter akhirnya buka suara soal wacana pengoperasian KRL selama 24 jam yang sempat ramai dibahas publik. Perusahaan menegaskan bahwa ada alasan teknis penting di balik tidak beroperasinya Commuter Line sepanjang hari tanpa henti.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa malam hari merupakan waktu krusial untuk melakukan pengecekan, perbaikan, dan perawatan sarana maupun prasarana. Tanpa jeda pemeliharaan, layanan KRL berisiko terganggu dan keselamatan penumpang tidak bisa dijamin.
“Waktu malam hari jadi fase penting untuk pemeliharaan sarana dan prasarana agar layanan tetap aman dan andal,” ujar Karina.
Ia menambahkan bahwa KAI Commuter saat ini telah memaksimalkan seluruh armada yang tersedia. Perusahaan bahkan sudah mengoperasikan 11 trainset terbaru tipe CLI-125 untuk memenuhi tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat.
Baca Juga: KPK Tegaskan Kasus Google Cloud Masuk Penyidikan, Nama Nadiem Makarim Disebut Bakal jadi Tersangka
“KAI Commuter memahami bahwa Commuter Line sudah menjadi kebutuhan mobilitas masyarakat dari daerah penyangga,” kata Karina menegaskan.
Namun, di tengah tingginya permintaan layanan, perusahaan tetap harus mengutamakan aspek keselamatan. Pemeliharaan tidak hanya dilakukan pada kereta, tetapi juga rel, persinyalan, dan sistem pendukung lainnya yang membutuhkan waktu tanpa aktivitas perjalanan.
Karina menerangkan bahwa setelah perjalanan terakhir selesai, seluruh stasiun wajib dalam kondisi steril. Proses pembersihan, pengecekan fasilitas, serta pengamanan area menjadi rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan untuk memastikan kenyamanan pengguna esok hari.
Menurutnya, jika KRL dipaksa beroperasi 24 jam penuh, KAI Commuter tidak memiliki slot waktu untuk melakukan inspeksi dan perbaikan. Hal ini dapat berdampak langsung pada risiko gangguan layanan yang lebih sering.
Karina memastikan bahwa perusahaan selalu membuka ruang diskusi mengenai perbaikan layanan. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan terkait jam operasional harus mempertimbangkan faktor teknis, keselamatan, dan keberlanjutan layanan jangka panjang.
Baca Juga: Diisi Para Petinggi, Pengamat Sri Radjasa Sebut Reformasi Polri Dibentuk Seperti Setengah Hati
Dengan penjelasan ini, KAI Commuter berharap masyarakat memahami bahwa jeda operasional bukan sekadar kebijakan rutin, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, stabil, dan layak digunakan setiap hari.***