news

Puan Maharani Bahas Investasi Hijau dan Kolaborasi Budaya Saat Bertemu Ketua Parlemen Korsel di Seoul

Rabu, 12 November 2025 | 15:07 WIB
Ketua DPR RI - Puan Maharani (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Ketua DPR RI, Puan Maharani, kembali menjalankan diplomasi parlemen di kancah internasional. Kali ini, ia mengadakan pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea, H.E. Woo Won-shik, di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 12 November 2025.

Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian acara 11th MIKTA Speakers' Consultation, forum tahunan yang mempertemukan para pimpinan parlemen dari negara-negara anggota MIKTA.

Baca Juga: Kembali Gencar Berantas Korupsi, ICW: KPK Seperti Baru Bangun dari Tidur

MIKTA sendiri merupakan kelompok negara dengan kekuatan menengah yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

Forum ini berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama multilateral, saling bertukar pandangan, serta membahas solusi terhadap tantangan global.

Tahun ini, Korea Selatan didapuk sebagai tuan rumah dan mengusung tema tentang kepemimpinan parlemen yang inklusif dalam menghadapi krisis dan polarisasi dunia.

Baca Juga: Bukan dalam Waktu Dekat, Begini Kata Danantara dan Menkeu Purbaya Soal Redenominasi Rupiah

Dalam pertemuan tersebut, Puan disambut hangat oleh Woo Won-shik di kompleks parlemen Korea. Puan menyampaikan apresiasinya atas sambutan ramah yang diberikan pihak tuan rumah serta memuji keberhasilan Korea Selatan dalam menyelenggarakan APEC Economic Leaders’ Meeting 2025 di Gyeongju.

“Sejak tiba di Seoul, kami merasakan kehangatan dan keramahan yang tulus dari masyarakat Korea. Ini menjadi cerminan persahabatan yang erat antara kedua negara,” ujar Puan dengan senyum hangat.

Baca Juga: ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dipastikan Polisi Tidak Terhubung dengan Jaringan Terorisme

Puan juga menyampaikan harapannya agar kerja sama Indonesia dan Korea Selatan terus berkembang, tidak hanya di sektor ekonomi dan teknologi, tetapi juga dalam bidang sosial dan kebudayaan.

Ia menekankan bahwa hubungan kedua negara memiliki fondasi yang kuat dan perlu dikembangkan ke arah yang lebih berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar dalam memperluas investasi hijau dan pengembangan energi terbarukan. Indonesia terbuka terhadap kolaborasi di bidang energi surya, angin, hingga hidrogen,” jelasnya.

Baca Juga: Era Baru Haji dan Umrah: Kemenag Restrukturisasi, Kementerian Haji dan Umrah Resmi Terbentuk!

Halaman:

Tags

Terkini