Sementara itu, pihak Universitas Udayana dikabarkan sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini secara internal. Rektor Unud berjanji akan bersikap transparan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada mahasiswa yang melakukan kekerasan atau intimidasi terhadap rekan seangkatannya.
Masyarakat berharap kasus tragis ini bisa menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan, khususnya di bidang kesehatan, agar budaya perundungan tidak lagi dibiarkan tumbuh di lingkungan akademik.
“Sudah seharusnya lembaga pendidikan menjadi tempat yang aman, bukan medan tekanan,” ujar salah satu alumni Unud yang ikut menyampaikan keprihatinannya di media sosial.***