Baca Juga: Menebak Pelatih Baru Timnas, Muncul Rumor Timur Kapadze dan Van Gaal
Meski begitu, pihak Istana membela kebijakan tersebut. Salah satu staf presiden menyebut kabinet besar dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pemerintah butuh lebih banyak tenaga ahli dan lembaga yang fokus di bidang-bidang strategis,” katanya.
Kini, publik menunggu apakah kabinet besar ini benar-benar mampu menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan geopolitik yang dihadapi Indonesia lima tahun ke depan. Harapan masyarakat sederhana: kabinet yang gemuk bukan hanya di jumlah, tapi juga di kinerja dan hasil yang nyata bagi rakyat.
Baca Juga: Dana BOS dan BOP Madrasah Segera Cair, Kemenag Pastikan Proses Berjalan Pekan Ini
Bagaimanapun, sejarah akan mencatat periode ini sebagai salah satu masa pemerintahan dengan struktur terbesar yang pernah ada. Tinggal waktu yang akan membuktikan, apakah strategi “kabinet super gemuk” Prabowo-Gibran ini akan menjadi langkah brilian atau justru beban birokrasi yang sulit dikendalikan.***