news

Sentuhan Baru Pemerintah, BLT Prabowo Bikin Napas Lega Warga Kecil di Tengah Hidup yang Berat

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 11:34 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)

INSIBERNEWS — Pemerintah kembali menghadirkan angin segar bagi jutaan masyarakat kecil lewat tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang resmi diumumkan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Jumat (17/10).

Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli dan memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Baca Juga: Jangkau 140 Juta Warga Indonesia, Prabowo Instruksikan Tambah BLT

Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Ainin, perempuan berusia 65 tahun asal Cikini, Jakarta Pusat. Tubuhnya sudah tak sekuat dulu, namun semangat hidupnya tetap menyala.

Kini, Ainin hidup dengan keterbatasan fisik setelah menderita pembekuan darah di kakinya. Ia tak lagi bisa berdagang Soto Betawi seperti dulu dan bergantung pada anak laki-lakinya yang bekerja sebagai juru parkir di kawasan sekitar rumah.

“Alhamdulillah, bantuan ini bener-bener ngebantu. Bisa buat kebutuhan harian dan sedikit buat ongkos berobat. Senang banget, rasanya kayak dikasih napas baru,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumah sederhananya.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Atur BBM Campur Etanol 10 Persen, Bagaimana Risiko di Lapangan?

Program BLT yang diluncurkan kali ini bernama BLT Kesejahteraan Rakyat. Bantuan ini merupakan tambahan dari program Kartu Sembako yang sudah berjalan sebelumnya.

Pemerintah menetapkan nilai bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025. Dana itu disalurkan sekaligus, jadi setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan Rp900 ribu secara langsung.

Menurut Airlangga Hartarto, BLT tambahan ini menyasar sekitar 35,49 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Jika dihitung dengan rata-rata satu keluarga berisi empat orang, maka program ini diharapkan mampu menjangkau hingga 140 juta jiwa — mencakup masyarakat yang berada di desil 1 sampai 4 berdasarkan data Sensus Ekonomi Nasional.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bertemu Gibran di Istana Wakil Presiden, Sampaikan Curhatan Kepala Daerah soal Anggaran TKD yang Dipangkas

Kebijakan ini bukan hanya soal angka atau data di atas kertas. Bagi banyak keluarga seperti Ainin, BLT menjadi jembatan kecil yang bisa menunda rasa putus asa.

Selama ini, penghasilan anaknya yang bekerja sebagai juru parkir tak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi membiayai pengobatan ibunya.

Halaman:

Tags

Terkini