news

Miris! Lurah di Medan Diceburkan ke Got Saat Tertibkan Polisi Tidur Ilegal, Warga Pelaku Ngamuk Tak Terima

Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:35 WIB
Lurah di Medan Diceburkan ke Got usai Tertibkan Polisi Tidur Ilegal yang Dibuat Warga (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Kisah Lurah Perintis Muhammad Fadli di Kecamatan Medan Timur, bisa jadi pelajaran bahwa menjadi lurah tidak selalu tentang duduk di kantor dan tanda tangan berkas. Tugas di lapangan justru sering menghadirkan risiko yang tak terduga, seperti yang baru saja menimpanya.

Fadli mendadak viral di media sosial usai dirinya diceburkan ke got oleh seorang warga saat tengah menjalankan tugas menertibkan polisi tidur ilegal.

Insiden ini terjadi di Jalan Madukoro, Lingkungan I, Kelurahan Perintis, Kota Medan, Senin (13/10) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.

Baca Juga: Cegah Rabies di Ibu Kota, Pramono Siapkan Aturan Larangan Makan Daging Anjing dan Kucing

Kala itu, Fadli turun langsung ke lokasi untuk mencabut polisi tidur yang dibuat warga tanpa izin. Polisi tidur tersebut terbuat dari ban motor bekas yang dipaku ke aspal dan ditumpuk dengan pasir serta bongkahan tanah. Tindakan itu dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Kami dapat laporan dari warga melalui kepala lingkungan tentang adanya polisi tidur yang tidak sesuai aturan. Paku-pakunya menonjol dan membuat pengendara terganggu,” ujar Fadli saat ditemui di kantornya usai kejadian.

Baca Juga: DKI Jakarta Gunakan PON Bela Diri 2025 Sebagai Ajang Pemanasan Menuju PON 2028

Namun, niat baik itu justru berujung kericuhan. Warga berinisial A, yang disebut sebagai pembuat polisi tidur, tak terima dengan tindakan aparat kelurahan. Ia sempat memprotes keras hingga akhirnya menyerang dan mendorong Fadli ke arah got di pinggir jalan.

Fadli pun tercebur ke dalam air got yang kotor, membuat celananya basah kuyup. Warga yang menyaksikan kejadian itu tampak panik dan sebagian berusaha melerai. Aksi tersebut sempat direkam oleh warga sekitar dan langsung menyebar luas di media sosial.

Menurut Fadli, dirinya tidak menyangka akan mendapat perlakuan kasar seperti itu. Padahal, ia hanya menjalankan tugas sesuai laporan masyarakat. Ia menegaskan bahwa langkah penertiban dilakukan demi keamanan dan keteraturan lingkungan.

Baca Juga: Puji Prabowo di KTT Mesir, Donald Trump: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza

“Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Tapi kalau sudah meresahkan dan membahayakan, tentu harus kami tertibkan. Itu memang tugas kami sebagai aparat kelurahan,” tuturnya.

Usai kejadian, Fadli melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Sementara itu, pelaku A dikabarkan telah diamankan untuk dimintai keterangan.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan mengundang simpati, karena memperlihatkan betapa beratnya tugas aparatur pemerintahan di tingkat bawah.

Halaman:

Tags

Terkini