“Misalnya, bahan baku yang digunakan apakah kualitasnya sudah sesuai standar atau belum. Ini yang sedang kita pastikan,” kata Budi.
Baca Juga: 18 Gubernur Geruduk Kantor Menkeu: Protes Pemotongan Dana Daerah, Desak Pusat Tanggung Gaji ASN
Menurutnya, pengawasan eksternal akan dilakukan setiap minggu oleh Kemenkes, Kemendagri, dan BPOM, sementara BGN akan terus melakukan pengawasan internal setiap hari di dapur SPPG.
Sistem pengawasan berlapis ini diharapkan dapat menutup celah yang memungkinkan terjadinya kesalahan dalam pengolahan makanan.
Tak hanya soal pengawasan makanan, pemerintah juga akan memantau dampak jangka panjang dari program MBG terhadap status gizi anak-anak. Penerima manfaat akan diukur tinggi dan berat badannya setiap enam bulan sekali, lalu hasilnya dikaitkan dengan data program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah.
“Dengan begitu kita bisa tahu sejauh mana program ini efektif memperbaiki gizi anak sekolah,” tutur Budi.
Ia menambahkan, survei gizi nasional yang sebelumnya hanya berfokus pada balita stunting kini akan diperluas hingga anak usia sekolah.
“Kita ingin melihat gambaran besar kondisi gizi nasional, bukan hanya anak di bawah lima tahun. Hasilnya nanti jadi dasar perbaikan kebijakan ke depan,” tandasnya.***