Kasus Keracunan Program MBG, Kemenkes dan BGN Perkuat Pengawasan Hingga ke Sekolah

Photo Author
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 09:02 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ungkap Kemenkes rutin beri laporan kasus keracunan MBG pada BGN. (Instagram/bgsadikin)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ungkap Kemenkes rutin beri laporan kasus keracunan MBG pada BGN. (Instagram/bgsadikin)

INSIBERNEWS - Kasus dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian serius pemerintah. Program yang dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah itu tengah dievaluasi menyusul beberapa laporan insiden kesehatan di lapangan.

Badan Gizi Nasional (BGN) pun bergerak cepat dengan menggandeng sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk memperkuat sistem pengawasan dan memastikan kualitas makanan yang disajikan aman bagi penerima manfaat.

Baca Juga: SPBU Swasta Alami Kelangkaan BBM, Pertamina Tegaskan Tak Cari Untung dari Situasi Ini

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan seluruh laporan dugaan keracunan yang terkait dengan MBG kini sudah ditangani dengan sistem pelaporan berjenjang dari Puskesmas ke BGN.

“Datanya sudah ada, dan kami update setiap hari. Nanti yang merilis ke publik itu BGN, tapi dari kami laporan terus masuk,” ujar Budi di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, data yang diterima dari fasilitas kesehatan di berbagai daerah terus diperbarui setiap hari, lalu dicocokkan dengan data dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana teknis program.

“Kami hubungkan laporan dari Puskesmas dengan sekolah-sekolah yang menerima makanan dari SPPG terkait. Ini agar kita tahu sumber pastinya dari mana,” jelasnya.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Sri Mulyani vs Purbaya: Dua Gaya Berbeda, Satu Tujuan Fiskal yang Sama

Budi menegaskan, transparansi informasi akan tetap dijaga. Namun publikasi data resmi tetap menjadi kewenangan BGN agar informasi yang disampaikan ke masyarakat akurat dan tidak simpang siur.

“Nanti BGN yang akan membuka data tersebut. Kita atur mekanismenya agar bisa dipublikasikan dengan baik,” tambahnya.

Menkes juga menyinggung kemungkinan sistem pelaporan ini akan dibuat mirip dengan sistem monitoring pandemi COVID-19, di mana pemerintah memberikan pembaruan secara rutin kepada publik.

“Kita sedang siapkan koordinasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah. Kalau perlu, nanti akan ada update mingguan atau bulanan seperti dulu waktu COVID-19,” ungkapnya.

Baca Juga: BGN Soroti Permintaan Telur dan Ayam Melejit Gegara Program Makan Bergizi Gratis, Harga Jadi Naik?

Selain memperkuat pengawasan internal yang dilakukan oleh BGN, Kemenkes juga akan berperan sebagai pengawas eksternal bersama BPOM dan Kementerian Dalam Negeri. Pengawasan ini mencakup kualitas bahan makanan, sanitasi dapur, serta proses penyajian di sekolah.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X