news

Gelombang Pengungsian Gaza Meningkat, Ribuan Warga Kabur dari Serangan Udara Israel

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 10:47 WIB
Serangan Israel Di Gaza (Foto : AP/Majdi Mohammed)

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel kini mencapai lebih dari 66 ribu jiwa, dengan hampir 170 ribu orang lainnya mengalami luka-luka.

Mirisnya, setengah dari korban yang meninggal adalah perempuan dan anak-anak. Rumah sakit di wilayah selatan dilaporkan kewalahan karena jumlah pasien terus bertambah, sementara pasokan obat dan listrik semakin menipis.

Baca Juga: Sebut Perbudakan Modern, Ribuan Pekerja Demo Menolak RUU 13 Jam Kerja Sehari di Yunani

Bantuan kemanusiaan pun semakin sulit masuk ke wilayah Gaza. Beberapa truk bantuan yang dikirim dari Mesir sempat tertahan berhari-hari di perbatasan Rafah akibat pemeriksaan militer Israel yang sangat ketat.

PBB menyebut kondisi di Gaza saat ini sebagai “krisis kemanusiaan terbesar abad ini,” menyoroti minimnya akses air bersih, pangan, dan layanan kesehatan.

Di sisi lain, juru bicara militer Israel mengklaim bahwa serangan mereka menargetkan infrastruktur militer Hamas.

Namun, laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan menunjukkan bahwa sebagian besar korban justru warga sipil yang tidak bersenjata. Sejumlah bangunan sekolah, rumah sakit, hingga kamp pengungsian ikut hancur terkena serangan.

Baca Juga: Staf Ahli Menteri Sosial Jadi Tersangka Kasus Bansos, KPK Soroti Penyaluran Beras PKH 2020

Sementara situasi di lapangan terus memburuk, masyarakat internasional kembali menyerukan gencatan senjata segera. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa kekerasan akan berhenti.

Ribuan warga Gaza kini hanya bisa berharap hari esok membawa sedikit keajaiban — tempat yang aman untuk sekadar bertahan hidup.***

Halaman:

Tags

Terkini