INSIBERNEWS - Ratusan warga Palestina kembali berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka di Jalur Gaza setelah serangan udara bertubi-tubi kembali dilancarkan oleh pasukan Israel. Serangan yang terjadi sejak Kamis, 2 Oktober 2025, itu memicu gelombang pengungsian besar-besaran.
Otoritas lokal melaporkan sedikitnya 41 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat gempuran yang menghantam kawasan permukiman padat penduduk.
Serangan kali ini disebut sebagai salah satu yang paling intens dalam beberapa pekan terakhir. Menurut data otoritas Gaza, lebih dari 400 ribu warga telah memilih meninggalkan Kota Gaza menuju wilayah selatan yang dianggap sedikit lebih aman, seperti Khan Younis dan Rafah.
Namun, perjalanan menuju selatan bukan tanpa risiko. Banyak warga harus berjalan kaki di tengah reruntuhan bangunan, sambil membawa anak-anak dan barang seadanya.
Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok 5 Tahun Terakhir Picu Gelombang PHK, Pemerintah Beri Solusi di 2026!
Seorang warga Gaza, Ahmed, mengatakan kepada media lokal bahwa keluarganya harus mengungsi di tengah malam setelah rumahnya di daerah Al-Rimal terkena serpihan bom.
“Kami tidak tahu lagi harus ke mana. Kami hanya ingin selamat. Tidak ada tempat aman di Gaza,” ujarnya dengan suara bergetar.
Situasi di Gaza Utara bahkan lebih parah. Kepulan asap tebal terlihat membubung di atas kota, menandakan serangan baru yang kembali diluncurkan.
Pagi itu, ribuan warga bergegas pergi meninggalkan rumah mereka setelah Menteri Pertahanan Israel mengumumkan perintah evakuasi total. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa siapa pun yang masih tinggal akan dianggap sebagai pendukung Hamas dan menjadi target operasi militer.
Baca Juga: Song Kang Comeback, Siap Sapa Penggemar Lewat Fanmeeting 'ROUND 2'
Pernyataan itu langsung memicu kepanikan massal. Jalanan dipenuhi warga yang berusaha menyelamatkan diri. Banyak dari mereka hanya mengandalkan kendaraan seadanya, bahkan sebagian besar berjalan kaki sambil membawa anak kecil dan orang tua.
“Kami sudah kehabisan tenaga, tapi kami tidak punya pilihan selain pergi,” kata seorang ibu yang tengah menggendong bayinya di tengah debu dan asap.
Baca Juga: Pemerintah Putuskan Bekukan Tiktok Usai Indikasi Judol dan Ketidakpatuhan Data
Artikel Terkait
FIFA Resmi Perkenalkan Trionda, Bola Canggih untuk Piala Dunia 2026
Staf Ahli Menteri Sosial Jadi Tersangka Kasus Bansos, KPK Soroti Penyaluran Beras PKH 2020
Polisi Siap Temui Keluarga Arya Daru, Janji Tunjukkan Bukti CCTV Secara Transparan
9 Orang Terpapar Radiasi di Cikande, Pemerintah Tetapkan Status Kejadian Khusus
Sebut Perbudakan Modern, Ribuan Pekerja Demo Menolak RUU 13 Jam Kerja Sehari di Yunani
Pemerintah Putuskan Bekukan Tiktok Usai Indikasi Judol dan Ketidakpatuhan Data
Song Kang Comeback, Siap Sapa Penggemar Lewat Fanmeeting 'ROUND 2'
Kasus Kecelakaan Nadya Almira Kembali Jadi Sorotan, Keluarga Korban Ungkap Fakta Baru di Podcast Denny Sumargo
Kenaikan Cukai Rokok 5 Tahun Terakhir Picu Gelombang PHK, Pemerintah Beri Solusi di 2026!
Lee Joo Ahn Bon Appétit, Your Majesty Ungkap Rahasia di Balik Pembebasan Wamilnya, Ternyata Ini Alasannya