INSIBERNEWS - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman tidak akan diabaikan meski harus dipindahkan sementara akibat proyek besar pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.
Ia menyebutkan, justru patung yang menjadi simbol perjuangan bangsa itu akan ditempatkan di lokasi yang lebih terlihat dan lebih strategis.
"Patung Sudirman ini adalah simbol besar bangsa kita. Tentu kita harus memberi penghormatan setinggi-tingginya. Jadi nanti kalau kawasan Dukuh Atas sudah terbangun dan terkoneksi, patung ini akan ditempatkan di posisi paling depan agar semua orang bisa melihat dengan jelas," kata Pramono di Balai Kota, Kamis, 2 Oktober 2025.
Baca Juga: Tasya Kamila Ceritakan Perjuangan Ibunda Jalani Operasi Bariatrik Setelah 25 Tahun Gagal Diet
Pramono menepis anggapan bahwa relokasi tersebut berarti menyingkirkan atau mengecilkan makna patung pahlawan nasional itu. Menurutnya, keputusan ini justru bagian dari upaya mempertegas kehadiran Jenderal Sudirman sebagai figur penting dalam sejarah Indonesia.
"Malah nanti, sebelum orang masuk ke kawasan Dukuh Atas, dari arah Thamrin patung ini akan langsung terlihat. Jadi tidak hanya berdiri, tapi akan lebih enak dipandang dan menjadi daya tarik kawasan," tambahnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang sedang menyiapkan konsep penggabungan antara Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru.
Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan TOD Dukuh Atas yang dirancang untuk menjadi pusat integrasi transportasi terbesar di Jakarta.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa rencana ini sudah lama dibicarakan bersama Gubernur Pramono.
Menurutnya, pembangunan kawasan ini akan membawa konsekuensi besar, salah satunya pemindahan patung Jenderal Besar Sudirman agar tata ruang lebih tertata dan sesuai dengan desain baru.
“Kami ingin memastikan integrasi antarmoda berjalan lancar. TOD Dukuh Atas akan menjadi simpul penghubung MRT, LRT, KRL, dan kereta bandara. Dengan begitu, masyarakat bisa berpindah moda transportasi dengan lebih mudah, nyaman, dan efisien,” ujar Dudy.
Baca Juga: Terduga Bjorka Ditangkap! Hacker 22 Tahun Klaim Kuasai Jutaan Data Nasabah
Rencana ini sejalan dengan konsep kota modern yang ramah transportasi publik. Dukuh Atas memang telah dikenal sebagai titik pertemuan berbagai moda, namun ke depan akan lebih terintegrasi dan tertata.