Apalagi, permintaan emas fisik dari negara-negara Asia, khususnya India dan Tiongkok, diprediksi akan meningkat menjelang musim perayaan dan pernikahan.
Dengan berbagai faktor pendorong tersebut, emas diperkirakan masih akan menjadi instrumen investasi primadona dalam beberapa bulan ke depan.
“Selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih berlangsung, emas akan tetap memegang peran penting sebagai aset safe haven,” pungkas Ibrahim.