Harga Emas Makin Mengkilap, Diproyeksi Bisa Sentuh USD3.850 per Troy Ons

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 29 September 2025 | 06:29 WIB
Ilustrasi Emas (Foto : Dok/Treasury)
Ilustrasi Emas (Foto : Dok/Treasury)

INSIBERNEWS - Harga emas dunia diprediksi masih akan melanjutkan reli penguatannya dan berpotensi menembus level psikologis USD3.850 per troy ons. Tren ini muncul setelah penutupan perdagangan Jumat (26/9), di mana logam mulia tersebut tercatat naik ke posisi USD3.761,15 per troy ons.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi kombinasi analisis fundamental, teknikal, serta kondisi permintaan dan penawaran global.

Ia menyebut, dalam perdagangan Senin (29/9), harga emas berpotensi bergerak dalam kisaran support USD3.720,12 per troy ons hingga resistance USD3.787,65 per troy ons.

Baca Juga: Dapur Program Makan Bergizi Gratis Ditutup Sementara, Zulhas Janji Evaluasi Total

Sementara itu, untuk pergerakan sepanjang pekan, Ibrahim memperkirakan rentang harga berada di area support USD3.711,33 per troy ons dan resistance USD3.814,40 per troy ons. Menurutnya, investor global masih memantau ketat data ekonomi Amerika Serikat sebagai salah satu faktor penentu arah pasar emas.

Data terbaru dari indeks pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) bulan Agustus mencatat inflasi bulanan meningkat 0,3 persen, sementara secara tahunan naik 2,7 persen.

Angka ini sesuai dengan perkiraan analis. PCE yang selama ini dianggap indikator inflasi favorit Federal Reserve juga menunjukkan pendapatan pribadi dan belanja konsumen tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi.

Baca Juga: Wartawan CNN, Tanya Soal Program MBG Pada Prabowo, Kartu Liputannya Langsung Dicabut Oleh Istana

Meski demikian, arah kebijakan suku bunga The Fed masih belum sepenuhnya jelas. Sebagian pejabat, seperti Stephen Miran dan Michelle Bowman, bersikap dovish dengan menilai pasar tenaga kerja cukup rapuh sehingga perlu ada pemangkasan suku bunga tambahan.

Namun, pandangan berbeda datang dari Jeffrey Schmid dan Austan Goolsbee yang cenderung hawkish. Mereka menilai risiko inflasi masih tinggi dan menuntut kewaspadaan ekstra, sehingga langkah pengetatan moneter perlu tetap dijaga.

Kondisi tarik menarik ini yang akhirnya membuat investor semakin menjadikan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Baca Juga: BKN Ungkap Peluang Rekrutmen CPNS 2025 dan Harapan Besar di 2026

Selain faktor kebijakan The Fed, harga emas juga masih didorong oleh ketidakpastian geopolitik global serta tren pelemahan dolar AS. Dalam situasi seperti ini, banyak investor beralih ke emas karena dianggap lebih stabil dan aman dibanding instrumen lain.

Ibrahim menambahkan, jika momentum penguatan ini terus berlanjut, peluang emas menembus level USD3.850 per troy ons semakin terbuka lebar.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X