INSIBERNEWS — Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Indonesia. Atlet gimnastik putra, Naufal Takdir Al Bari, meninggal dunia saat mengikuti program pemusatan latihan atau training camp (TC) di Rusia pada Kamis (25/9) waktu setempat.
Kepergian atlet muda berbakat berusia 19 tahun ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan setim, dan masyarakat olahraga nasional.
Naufal Takdir Al Bari dikenal sebagai salah satu talenta terbaik di cabang gimnastik Indonesia. Ia kerap mewakili Indonesia di berbagai ajang internasional dan disebut memiliki potensi besar untuk bersaing di level dunia.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Ribuan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Belum Kantongi Sertifikat Higienis
Kepergiannya dianggap sebagai kehilangan besar bagi perkembangan gimnastik di Tanah Air.
Ketua Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati, menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Naufal.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Atlet nasional putra kita, Naufal, berpulang ke Rahmatullah. Ia merupakan atlet muda berbakat dan sosok yang baik. Gimnastik Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa,” ujarnya, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (26/9).
Baca Juga: Rob Kenney, Youtuber yang Jadi Penyelamat Jutaan Anak Tanpa Figur Ayah
Ita menambahkan bahwa kabar ini menjadi pukulan berat bagi komunitas gimnastik. “Semoga keluarga diberikan kekuatan dan Naufal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami benar-benar kehilangan sosok penting yang selalu membawa semangat dan inspirasi,” lanjutnya.
Sebelum meninggal dunia, Naufal Takdir tengah menjalani program TC di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Rusia. Program yang dimulai sejak 1 September 2025 ini diikuti oleh lima atlet Indonesia, termasuk Naufal, serta didampingi dua pelatih.
Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan Pemusatan Pelatihan Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Baca Juga: Ibunya Hina Arie Kriting Lagi, Respon Indah Permatasari Banjir Pujian Warganet
Namun, di tengah jalannya program latihan, Naufal mengalami kecelakaan. Kondisi kritis membuatnya harus dirawat intensif di ruang ICU RS G.A. Zakharyin. Setelah berjuang selama 12 hari, nyawanya tak tertolong.
Informasi ini membuat publik terkejut, terlebih karena Naufal sebelumnya dikenal dalam kondisi bugar dan penuh semangat menjalani latihan.
Pihak Federasi Gimnastik Indonesia memastikan bahwa sejak awal insiden, koordinasi dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow, Federasi Gimnastik Rusia, Kedutaan Rusia di Jakarta, serta pihak rumah sakit.
Baca Juga: Sidang Ricuh! Nikita Mirzani Tunjukkan Goyangan 'Velocity' di Depan Hakim
Upaya maksimal terus dilakukan agar proses penanganan medis dan administrasi berjalan lancar. Kini, perhatian publik tertuju pada rencana pemulangan jenazah Naufal Takdir Al Bari ke Indonesia.
Federasi Gimnastik Indonesia menyebut, segala prosedur tengah diurus agar keluarga bisa segera memakamkan almarhum di Tanah Air.
Ucapan belasungkawa pun membanjiri media sosial, menunjukkan betapa sosok Naufal begitu dicintai dan dihargai sebagai atlet muda harapan bangsa.
Baca Juga: Kaos Biasa Dibanderol Setengah Juta, Seulgi Red Velvet Kaget dengan Harga Turis Bali!