INSIBERNEWS – Wajah pertanian Indonesia mulai menunjukkan semangat baru. Kehadiran generasi muda di sektor ini kian terasa, apalagi dengan dukungan teknologi dan kebijakan pemerintah yang mendorong lahirnya petani milenial.
Presiden Prabowo Subianto bahkan memberi perhatian khusus agar pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai sektor strategis yang mampu menggerakkan kesejahteraan desa.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Ribuan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Belum Kantongi Sertifikat Higienis
Di Gresik, kondisi petani masih jauh dari kata ideal. Kepala Desa yang juga perwakilan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), Suryadi, menggambarkan realita pahit yang dialami para petani.
Menurutnya, sebagian besar petani masih hidup di garis kemiskinan, bergantung pada hasil panen yang tak selalu stabil. Namun, ia menegaskan adanya program pemerintah berbasis teknologi kini membuka ruang optimisme.
“Selama ini petani di desa memang berat kehidupannya. Tapi dengan adanya dorongan pemerintah yang bawa teknologi ke pertanian, masyarakat mulai punya harapan baru. Setidaknya ada peluang untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Suryadi.
Baca Juga: Rob Kenney, Youtuber yang Jadi Penyelamat Jutaan Anak Tanpa Figur Ayah
Salah satu contoh nyata dirasakan Arya, seorang petani muda yang mulai aktif mengadopsi teknologi dalam usahanya. Menurutnya, penggunaan teknologi di sektor pertanian benar-benar membantu menekan biaya produksi yang biasanya membengkak.
“Menurut saya sendiri bantuan mengenai teknologi pertanian itu sangat dibutuhkan sama petani. Karena teknologi pertanian itu bisa meminimalisir biaya produksinya. Bisa memangkas biayanya sampai 50 persen, jadi lebih efektif dan efisien,” ujar Arya dengan penuh keyakinan.
Baca Juga: Ibunya Hina Arie Kriting Lagi, Respon Indah Permatasari Banjir Pujian Warganet
Hal senada juga diungkapkan Bowo, Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Gresik. Menurutnya, ketersediaan alat dan teknologi pertanian modern tidak hanya soal keuntungan ekonomi.
Lebih dari itu, hal ini juga bisa menjadi daya tarik bagi anak muda untuk terjun ke dunia tani, yang selama ini sering dipandang pekerjaan “kuno” dan kurang bergengsi.
“Kalau petani dibantu teknologi, jelas bukan hanya soal hasil panen. Ini juga bikin anak muda percaya diri untuk jadi petani. Kita butuh regenerasi, dan teknologi ini bisa jadi jembatan yang bikin mereka tertarik,” ungkap Bowo.
Baca Juga: Tragis! Pelaku Pembacokan Satu Keluarga Mantan Istri Ditemukan Tewas di Parit Hutan Pacitan