Seseorang yang memiliki riwayat kekerasan, baik dalam hubungan sebelumnya atau dalam situasi lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan KDRT.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Pastikan Perlindungan untuk Ibu Korban Penyekapan dan Penyiksaan di China
6. Memanipulasi Emosi
Pasangan mungkin memainkan peran sebagai korban atau memutarbalikkan fakta untuk membuat Anda merasa bersalah atau bertanggung jawab atas perilaku buruk mereka.
7. Mengisolasi dari Teman dan Keluarga
Pasangan mencoba memisahkan Anda dari teman dan keluarga adalah tanda peringatan serius.
Langkah – Langkah Pencegahan dan Perlindungan
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal berada dalam hubungan dengan pasangan yang menunjukkan tanda-tanda di atas, penting untuk segera mencari bantuan. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Baca Juga: Pertamina Siapkan Base Fuel untuk SPBU Swasta, Dorong Kualitas BBM di Indonesia
1. Mencari Dukungan
Bicarakan masalah Anda dengan teman, keluarga, atau konselor yang dapat memberikan dukungan emosional.
2. Mencatat Perilaku
Simpan catatan tentang perilaku pasangan yang mencurigakan atau mengancam.
3. Mencari Bantuan Hukum
Jika diperlukan, konsultasikan dengan pengacara atau lembaga hukum untuk memahami hak-hak Anda dan langkah-langkah yang dapat diambil.
Baca Juga: Hasilkan Omzet Miliaran, Program Pemberdayaan BRI Antar UMKM Jahit Rumahan Sukses Jangkau Pasar Eropa
4. Menghubungi Lembaga Perlindungan
Di Indonesia, Anda dapat menghubungi Komnas Perempuan atau Layanan Pengaduan KDRT untuk mendapatkan bantuan dan informasi lebih lanjut.
Kejadian di Cakung ini menjadi peringatan bagi masyarakat luas. Memiliki pasangan yang terlalu cemburu atau posesif tidak hanya merusak psikologis, tapi juga dapat berujung pada KDRT, luka fisik, atau bahkan kehilangan nyawa.
Kesadaran akan batasan dalam hubungan sangat penting untuk menciptakan rumah tangga yang aman dan harmonis.