Mediasi Azizah Salsha dengan Janah dan Adimas Buntu, Kasus Pencemaran Nama Baik Berlanjut

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 20 September 2025 | 11:00 WIB
Azizah Salsha tolak damai, kasus pencemaran nama baik terus bergulir. (@azizahsalsha_)
Azizah Salsha tolak damai, kasus pencemaran nama baik terus bergulir. (@azizahsalsha_)

INSIBERNEWS — Selebgram sekaligus istri pesepak bola Pratama Arhan, Azizah Salsha, tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik yang menyeret dua terlapor, yakni Janah alias Bigmo dan Adimas Firdaus alias Resbob.

Upaya mediasi antara kedua pihak yang difasilitasi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Jumat (19/9/2025) berakhir tanpa kesepakatan damai.

Kuasa hukum Azizah, Anandya Dipo Pratama, mengungkapkan bahwa meskipun mediasi berlangsung cukup kondusif, kliennya tetap memilih untuk melanjutkan proses hukum. Menurutnya, tidak ada titik temu yang bisa menghentikan laporan.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Energi Terbarukan untuk Tekan Subsidi Listrik Tanpa Bebani Warga

“Dalam mediasi tersebut masih belum mendapat kesepakatan damai. Jadi proses hukumnya tetap berjalan,” ujar Anandya.

Lebih lanjut, Anandya juga menjelaskan alasan absennya Azizah dalam pertemuan mediasi. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran Azizah bukan karena menghindar, melainkan lantaran ada agenda lain yang sudah terjadwal sebelumnya.

“Beliau memang ada acara. Saya sebagai kuasa hukum hadir mewakili. Proses ini masih di tahap penyelidikan, kita harus lihat sampai sejauh mana dugaan tindak pidana yang dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga: Billie Eilish hingga Cillian Murphy Suarakan Solidaritas Palestina di Konser Amal London

Meski gagal mencapai kesepakatan hukum, pihak terlapor menyampaikan permintaan maaf secara langsung dalam forum mediasi.

Bahkan, ibu dari Janah dan Daus ikut hadir dan menyampaikan penyesalan atas perbuatan anak mereka.

Menurut Anandya, keluarga Azizah secara pribadi telah memberikan maaf, meski jalur hukum tetap akan ditempuh.

Baca Juga: Persebaya Raih Kemenangan Tipis 1-0 Lawan Semen Padang, Bruno Moreira Jadi Penentu di GBT

“Permintaan maaf sudah disampaikan, dan keluarga Azizah sudah memaafkan secara pribadi. Namun proses hukum tetap berlanjut,” kata Anandya.

Rekan kuasa hukum Azizah lainnya, Ega Martadinata, menilai alasan utama gagalnya kesepakatan damai adalah keyakinan bahwa kasus ini mengandung unsur pidana.

Pihak Azizah, kata Ega, ingin agar proses hukum berjalan hingga tuntas demi memberikan efek jera.

Baca Juga: Prabowo Bakal Tetapkan IKN Sebagai Pusat Politik RI Mulai 2028

“Kami yakin ada tindak pidana yang dilakukan oleh Janah dan Daus. Kalau nanti kasus ini naik ke tahap penyidikan, kemungkinan mediasi bisa dilakukan kembali,” jelasnya.

Ega juga menyoroti sikap para terlapor yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan penuh dalam menyelesaikan kasus ini.

Menurutnya, kesungguhan mereka baru bisa diuji apabila penyidik benar-benar menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca Juga: Hasilkan Omzet Miliaran, Program Pemberdayaan BRI Antar UMKM Jahit Rumahan Sukses Jangkau Pasar Eropa

“Saat ini mungkin belum terlihat keseriusannya. Jangan sampai nanti perbuatan serupa diulang kembali. Kalau sudah masuk tahap penyidikan, baru bisa terlihat arah penyelesaian perkara ini,” tegas Ega.

Dengan kegagalan mediasi ini, langkah selanjutnya berada di tangan penyidik Bareskrim Polri. Tim kuasa hukum Azizah menyatakan akan mengikuti proses sesuai prosedur yang berlaku.

Mereka menunggu keputusan polisi terkait kemungkinan peningkatan status kasus. “Agenda berikutnya kita serahkan ke penyidik, apakah kasus ini bisa naik ke tahap penyidikan atau tidak,” tutup Anandya.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Hari Libur Nasional di Tahun 2026

Kasus yang melibatkan Azizah Salsha ini menambah daftar panjang perkara hukum terkait pencemaran nama baik di ranah digital.

Sebagai figur publik, Azizah memilih untuk mengedepankan jalur hukum agar kasus semacam ini tidak terulang di kemudian hari dan memberi pesan tegas kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika di ruang media sosial.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X