INSIBERNEWS - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonominya akan menempatkan tiga pilar utama dalam posisi strategis: koperasi, BUMN, dan sektor swasta. Ia menekankan, ketiganya harus berjalan dengan prinsip keadilan sekaligus efisiensi agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Swasta yang kuat silakan, UMKM yang sudah jalan monggo, BUMN yang benar kerja. Jangan jadi sumber korupsi, dan koperasi akan bangkit,” kata Prabowo dalam keterangan resminya, Senin (8/9).
Baca Juga: Apple Siapkan Mesin Pencari AI, Siap Tantang Google hingga OpenAI
Menurut Prabowo, koperasi akan dijadikan instrumen penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat kecil. Ia melihat koperasi sebagai wadah yang bisa menghadirkan sistem distribusi lebih adil dan memangkas ketimpangan, sehingga rakyat kecil punya akses yang lebih baik terhadap barang maupun jasa.
Sementara itu, BUMN diharapkan bisa benar-benar bertransformasi menjadi perusahaan negara yang profesional. Prabowo menegaskan tata kelola harus bersih dan jauh dari praktik penyalahgunaan kewenangan.
“BUMN tidak boleh jadi sumber korupsi,” tegasnya.
Baca Juga: Reza Rahadian Debut Jadi Sutradara Lewat Film 'Pangku'
Di sisi lain, sektor swasta tetap diberi ruang untuk berkembang, baik perusahaan besar maupun UMKM. Pemerintah, kata Prabowo, akan berperan sebagai fasilitator agar dunia usaha bisa tumbuh tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Prabowo juga menyinggung soal peran UMKM yang selama ini terbukti tahan banting dalam menghadapi berbagai krisis. Ia menyebut sektor ini sebagai tulang punggung perekonomian rakyat, sehingga pemerintah akan memastikan akses pembiayaan dan pendampingan yang lebih kuat.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Klaim Hancurkan Puluhan Menara di Gaza
Dengan pendekatan tersebut, ia ingin menghadirkan keseimbangan antara kepentingan bisnis besar, perusahaan milik negara, hingga usaha kecil berbasis rakyat. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, sekaligus tidak meninggalkan kelompok lemah.
Pengamat menilai arah kebijakan ini mencerminkan keinginan Prabowo untuk memadukan model ekonomi modern dengan nilai-nilai gotong royong khas Indonesia. Koperasi dijadikan simbol kebersamaan, BUMN sebagai penggerak strategis, dan swasta sebagai motor pertumbuhan.
Baca Juga: Laptop untuk Siswa Sekolah Rakyat Dijanjikan Tiba Akhir September 2025
Baca Juga: Khalid Basalamah Penuhi Panggilan Ulang KPK Terkait Kasus Kuota Haji