Chikita Meidy Rugi Ratusan Juta Usai Live TikTok Hilang: Penonton Turun Drastis, Harus Mulai dari Nol

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 9 September 2025 | 13:04 WIB
Chikita Meidy curhat rugi ratusan juta karena hal ini! (@chikitameidy)
Chikita Meidy curhat rugi ratusan juta karena hal ini! (@chikitameidy)

INSIBERNEWSChikita Meidy, mantan penyanyi cilik yang kini dikenal sebagai pebisnis dan konten kreator, mengungkapkan rasa kecewanya setelah fitur siaran langsung di aplikasi TikTok mendadak hilang sejak Sabtu (30/8/2025).

Keputusan itu membuatnya mengalami kerugian besar karena selama ini ia menggantungkan penghasilan dari penjualan melalui fitur live streaming di platform tersebut.

Sebagai seorang affiliator dan penjual online, Chikita Meidy merasakan dampak langsung ketika fitur siaran langsung TikTok dihentikan sementara. Ia menuturkan, dalam sehari ia bisa meraup pemasukan hingga Rp30 juta.

Baca Juga: Banyak Artis Takut Jadi Bintang Tamu Lapor Pak, Andika Pratama Bongkar Alasannya!

Namun, dengan hilangnya fitur itu selama empat hari, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

“Wah, selama empat hari fitur live dihilangkan, berdampak banget ke aku. Karena hidupku selama ini di dunia affiliator dan jualan live TikTok,” kata Chikita Meidy saat ditemui di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2025).

Kerugian besar itu membuat Chikita hanya bisa pasrah sembari berdoa agar situasi segera pulih. Meski demikian, ia tetap berusaha mencari jalan keluar dengan mencoba peruntungan di platform lain.

Baca Juga: TNI Siber Temukan Dugaan Pelanggaran Hukum oleh Aktivis Ferry Irwandi, Siap Tempuh Jalur Hukum

Langkah itu diambil karena banyak brand yang sudah lebih dulu bekerja sama dengannya untuk melakukan siaran langsung penjualan produk.

“Aku coba platform lain supaya tetap ada pemasukan. Karena banyak brand yang sudah bayar aku untuk live, jadi sekarang tuh aku bergantung sama traffic atau sistem di platform lain,” jelas Chikita.

Namun, setelah fitur live TikTok kembali normal, perjuangan Chikita Meidy belum berakhir. Ia harus membangun kembali audiensnya dari nol.

Baca Juga: Honda Uji Coba EV Fun Concept, Motor Listrik Bergaya Moge Pertama Mereka

Jika sebelumnya siaran langsungnya bisa ditonton hingga 5–7 ribu orang, kini hanya ratusan penonton saja yang hadir. Kondisi ini tentu berpengaruh pada hasil penjualan yang ia lakukan.

“Sekarang ya berjuang lagi. Aku cuma kasihan sama brand-brand yang udah bayar aku. Jadi adaptasi lagi, pelan-pelan naikin penontonnya supaya banyak yang beli,” tambahnya.

Menurut Chikita, algoritma TikTok Live belum kembali seperti semula. Ia menilai performa siaran langsung masih anjlok dibandingkan sebelum fitur itu dihentikan.

Baca Juga: Aset Dana Pensiun Tembus Rp1.593 Triliun, Tumbuh Hampir 9 Persen hingga Juli 2025

Bahkan, salah satu brand yang bekerja sama dengannya meminta untuk kembali melakukan siaran percobaan demi mengecek apakah sistem sudah normal.

“Semalem aku lihat belum kembali normal algoritmanya. Brand yang kerja sama sama aku minta coba live lagi buat cek algoritma penjualannya. Karena mereka kan udah bayar aku, jadi kalau ada kendala aku harus kasih tahu,” ungkap Chikita.

Sementara itu, pihak TikTok Indonesia akhirnya buka suara soal hilangnya fitur live tersebut.

Baca Juga: Saham Rokok Melonjak di Tengah Isu Reshuffle Kabinet dan Pergantian Menkeu

Juru bicara perusahaan menjelaskan, penghentian fitur dilakukan sebagai langkah pengamanan tambahan menyusul meningkatnya kekerasan dalam aksi demonstrasi di beberapa wilayah Indonesia.

“Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab,” ujar perwakilan TikTok Indonesia dalam keterangan resmi.

Hilangnya fitur Live TikTok memang sempat menimbulkan kehebohan.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, BRI Catat Peningkatan Volume Transaksi Merchant Tembus Rp105,5 Triliun

Banyak kreator yang mengeluhkan kondisi tersebut, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari penjualan produk secara real-time.

Kabar ini pertama kali ramai dibicarakan melalui grup WhatsApp komunitas kreator TikTok, sebelum akhirnya dikonfirmasi langsung oleh pihak perusahaan.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X