news

Viral! Sewa Kios Blok M Naik Hampir 10 Kali Lipat, Gubernur DKI Jakarta Turun Tangan

Rabu, 3 September 2025 | 12:46 WIB
Sewa kios Blok M melonjak ke Rp15 juta, pedagang hengkang, Pramono turun tangan. (Tiktok: Andre Mandor)



INSIBERNEWS — Kawasan Blok M yang sempat menjadi primadona kuliner dan gaya hidup di Jakarta Selatan kini menghadapi masa sulit.

Setelah sempat ramai pengunjung pada akhir 2024, kini sejumlah gerai makanan dan minuman yang sebelumnya selalu dipadati pengunjung mulai gulung tikar.

Fenomena ini sontak menimbulkan tanda tanya di kalangan publik.

Baca Juga: Viral! Chika Jessica Ungkap Keponakannya Jadi Korban Kekerasan Polisi Saat Demo!

Salah satu faktor utama penyebab hengkangnya para pedagang adalah lonjakan tarif sewa kios yang dinilai terlalu tinggi.

Beberapa pedagang membagikan melalui sosial media mereka mengenai lonjkan tarif yang 7 kali lipat lebih mahal dari tarif sebelumnya.

Harga sewa sebelumnya hanya Rp2 juta perbulan, kini dinaikan menjadi Rp15 Juta perbulan, kenaikan yang sangat signifikan dan cukup tidak masuk akal.

Baca Juga: Buntut Demo Ricuh, Arumi Bachsin Ungkap Kondisi Keluarga dan Pesan Menyentuh

Kenaikan sewa ini disebut membuat para pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelimpungan karena biaya operasional tak lagi sebanding dengan pendapatan harian.

Blok M sejatinya dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan gaya hidup baru di Jakarta yang berkembang pesat sejak akhir tahun lalu.

Berbagai tenant makanan lokal, brand kopi independen, hingga toko kreatif turut meramaikan kawasan ini.

Baca Juga: Diungkapkan Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Begini Strategi Keberhasilan Peningkatan Dana Murah

Namun, popularitas yang meningkat justru diikuti dengan beban biaya yang semakin mencekik.

Menanggapi keluhan para pedagang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.

Baca Juga: Fraksi PAN Ajukan Penghentian Hak Keuangan Eko Patrio dan Uya Kuya ke DPR dan Kemenkeu

“Saya sudah menegur Dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Pramono menilai tarif sewa kios yang berlaku saat ini tidak berpihak kepada UMKM.

Ia menekankan, keberadaan kawasan seperti Blok M seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi usaha kecil, bukan malah menjadi beban.

Baca Juga: Ultimatum 17 dan 8 Tuntutan Rakyat Untuk Pemerintahan Prabowo, Berikut Daftarnya!

“Tarif tidak boleh memberatkan pelaku UMKM, apalagi mereka sedang berjuang bertahan di tengah persaingan ekonomi,” ujarnya.

Diketahui, pengelolaan kios di kawasan Blok M saat ini dilakukan melalui kerja sama antara MRT Jakarta dan sebuah koperasi.

Dalam perjanjian kerja sama tersebut sebenarnya telah ditetapkan batas atas dan bawah tarif sewa.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Bahas RUU Perampasan Aset, Yuk Kenali Manfaat Regulasi Ini Bagi Masyarakat!

Namun, menurut Pramono, praktik di lapangan menunjukkan adanya pungutan yang melebihi ketentuan.

“Enggak boleh kemudian ketika masyarakat yang datang di Blok M ramai, pengelola ataupun koperasi menaikkan tarif semena-mena. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono mengusulkan agar pengelolaan kios di Blok M dilakukan langsung oleh MRT Jakarta tanpa adanya pihak perantara.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku, Simak Waktu dan Lokasinya!

Dengan begitu, tarif sewa dapat dikontrol lebih transparan dan tidak ada celah bagi pihak tertentu untuk mengambil keuntungan berlebih dari para pedagang.

Di sisi lain, para pelaku usaha yang terdampak berharap adanya solusi cepat dari pemerintah daerah.

Sejumlah pedagang mengaku terpaksa angkat kaki meski sebenarnya omzet mereka masih cukup stabil.

Baca Juga: Hobi Makan Mi Instan Mentah? Waspada, Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Nyawa

“Kalau biaya sewa tidak naik segila ini, sebenarnya masih bisa jalan. Tapi kalau dipaksa terus naik, kami yang kecil ini enggak kuat,” ujar salah satu mantan tenant yang enggan disebut namanya.

Fenomena sepinya kawasan Blok M menjadi alarm penting bagi keberlangsungan pusat-pusat kuliner modern yang belakangan marak bermunculan di Jakarta.

Lonjakan biaya sewa yang tidak terkendali berpotensi membunuh geliat UMKM lokal, padahal sektor inilah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Imbas Aksi Ricuh Demo, Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kerugian Fasum DKI Capai Rp50 M!

Pramono memastikan, keberpihakan kepada UMKM tetap menjadi prioritas pemerintah provinsi.

Ia berharap ke depan, ruang-ruang kreatif seperti M Bloc dapat kembali hidup dengan menghadirkan iklim usaha yang sehat dan ramah bagi pengusaha kecil.

“UMKM menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik,” tutupnya.

Baca Juga: Tuding Menkomdigi Bohong, Fedi Nuril dan Jerome Polin Tak Percaya TikTok Sukarela Tutup Fitur Live

Tags

Terkini