Sejumlah pengamat menilai, apa yang terjadi bisa menjadi alarm serius bagi pemerintah. Massa yang nekat masuk hingga menjarah rumah pejabat negara menunjukkan potensi krisis kepercayaan terhadap pemimpin semakin dalam. Reaksi publik tidak lagi sebatas kritik di media sosial, melainkan sudah turun langsung ke jalan dengan cara-cara anarkis.
Baca Juga: KRYA Siapkan Rights Issue Rp300 Miliar, Fokus Genjot Bisnis Motor Listrik ECGO
Hingga kini, aparat kepolisian maupun pihak Kementerian Keuangan belum memberikan keterangan resmi terkait kerugian materi yang dialami Sri Mulyani.
Publik pun menunggu apakah ada langkah hukum yang akan diambil, atau apakah pemerintah akan merespons dengan kebijakan yang bisa meredam gelombang kemarahan masyarakat.