news

Kim Jong-un Bangun Jalan Baru di Pyongyang untuk Hormati Prajurit Gugur di Ukraina

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:10 WIB
Kim Jong-un - Presiden Korea Utara (Foto : KCNA/YNA/dpa)

“Saya menyesal tidak dapat membawa mereka pulang dalam keadaan hidup,” tambahnya dengan nada penuh emosional.

Berdasarkan laporan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan pada April lalu, sedikitnya 600 tentara Korea Utara telah tewas saat bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina.

Baca Juga: Penembakan di Sekolah Katolik AS Guncang Komunitas, Pelaku Terobsesi Pembunuhan Massal

Hingga kini, jumlah korban yang melibatkan pasukan Pyongyang diperkirakan sudah melampaui 4.700 orang sejak keterlibatan mereka di medan perang dimulai.

Angka ini sekaligus menjadi indikasi betapa besar risiko yang ditanggung Korea Utara dalam mendukung aliansinya dengan Moskow.

Sebagai catatan, Korea Utara dan Rusia tahun lalu menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif.

Baca Juga: AS Larang Mahmoud Abbas Hadiri Sidang Umum PBB, Delegasi Palestina Kehilangan Visa

Salah satu poin penting dari perjanjian itu adalah komitmen untuk memberikan dukungan militer timbal balik apabila salah satu pihak diserang oleh negara ketiga.

Hubungan ini kian mempertegas bahwa Pyongyang semakin menempatkan dirinya di kubu Moskow dalam konflik global yang tengah berlangsung.

Dengan pembangunan “Saebyol Street” ini, Kim tidak hanya berupaya memberi penghargaan bagi para tentaranya, tetapi juga mengirimkan pesan politik ke dunia luar. Bahwa Korea Utara berdiri teguh di sisi Rusia, bahkan sampai mengabadikan pengorbanan tentaranya dalam bentuk monumen jalan raya di jantung Pyongyang.

Halaman:

Tags

Terkini