INSIBERNEWS - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan tren positif di sektor industri tanah air. Sepanjang semester pertama tahun 2025, tercatat ada 1.690 perusahaan yang sedang membangun fasilitas produksi baru di berbagai wilayah Indonesia.
Investasi besar-besaran ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp930 triliun dengan proyeksi serapan tenaga kerja mencapai 332 ribu orang.
Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa iklim industri nasional masih diminati, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Anies Baswedan Datangi Rumah Duka Driver Ojol, Ibu Korban Menangis Haru
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa data ini dihimpun langsung dari laporan perusahaan yang masuk ke kementerian.
Menurutnya, pertumbuhan investasi di sektor manufaktur memberi optimisme terhadap arah pembangunan industri ke depan.
"Semester I-2025 itu ada 1.690 industri yang melaporkan dengan nilai investasi total Rp930 triliun. Investasi tanpa tanah dan pembangunan mencapai Rp593 triliun," ujar Febri dalam konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Agustus 2025.
Baca Juga: Label Gula, Garam, dan Lemak Wajib di Produk Olahan, Pemerintah Beri Waktu Transisi 2 Tahun
Febri menambahkan, perusahaan-perusahaan tersebut datang dari 23 subsektor industri, mulai dari makanan dan minuman, kimia, logam dasar, hingga otomotif dan elektronik. Beragamnya subsektor ini diyakini akan memperkuat struktur industri nasional agar lebih berdaya saing.
Selain itu, Kemenperin menekankan pentingnya pembangunan fasilitas baru sebagai langkah strategis dalam memperkuat basis produksi di dalam negeri.
Kehadiran pabrik baru tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga mendorong transfer teknologi serta meningkatkan kapasitas ekspor.
Dari total nilai investasi, sebagian besar diarahkan pada pengembangan pabrik modern yang ramah lingkungan serta menerapkan teknologi digital.
Kemenperin menilai, transformasi industri 4.0 semakin menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.