Langkah ini juga disebut sebagai jawaban atas berbagai persoalan yang selama ini membayangi penyelenggaraan haji, mulai dari panjangnya daftar tunggu, transparansi biaya, hingga layanan jamaah di Tanah Suci.
Diharapkan kementerian baru yang khusus mengurus haji dapat membawa perubahan besar. Jika sebelumnya pengelolaan haji harus berbagi perhatian dengan berbagai urusan keagamaan lain di Kemenag, kini fokus pelayanan bisa diarahkan sepenuhnya untuk jamaah haji dan umrah.
Baca Juga: Pahami Kode Kekentalan Oli, Rahasia Mesin Motor Tetap Awet dan Bertenaga
Meski begitu, Hilman mengingatkan bahwa transisi ini memerlukan waktu. Pemerintah perlu memastikan agar peralihan anggaran, SDM, hingga regulasi berjalan mulus tanpa mengganggu persiapan haji tahun depan.
“Yang paling penting, jamaah tetap mendapatkan layanan terbaik meski ada pergeseran struktur kelembagaan,” tegasnya.