Situasi di Gaza saat ini semakin memprihatinkan. Laporan dari lembaga kemanusiaan menunjukkan ribuan warga sipil hidup tanpa akses memadai terhadap makanan, air bersih, dan layanan medis.
Jika kesepakatan tercapai, masuknya bantuan dalam jumlah besar bisa menjadi titik balik penting bagi kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Puan Tegaskan Tak Ada Kenaikan Gaji DPR, Hanya Tunjangan Perumahan Gantikan Rumdin
Meski begitu, sejumlah analis menilai Israel mungkin akan berhati-hati dalam merespons proposal terbaru. Faktor politik dalam negeri dan tekanan dari kelompok garis keras bisa menjadi hambatan bagi Netanyahu untuk segera memberikan lampu hijau terhadap kesepakatan yang sudah ditawarkan.
Dunia kini menunggu langkah Israel selanjutnya. Jika Netanyahu akhirnya menyetujui usulan Qatar dan Mesir, bukan tidak mungkin perang panjang di Gaza akan memasuki fase jeda penting.
Namun, jika ditolak, ancaman eskalasi, termasuk invasi darat, bisa kembali membayangi kawasan yang sudah lama bergolak ini.