INSIBERNEWS - Situasi di Gaza kembali memasuki babak baru setelah muncul kabar bahwa Hamas telah menerima proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan oleh Qatar dan Mesir.
Usulan itu mencakup pembebasan sandera Israel serta tahanan Palestina, menurut keterangan dua diplomat yang mengetahui langsung jalannya negosiasi dan seorang pejabat Mesir pada Senin (18/8/2025).
Baca Juga: Wapres Gibran Dijadwalkan Hadiri Festival Pacu Jalur 2025 di Kuantan Singingi
Meskipun begitu, hingga kini belum jelas apakah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan menyetujui proposal tersebut.
Israel masih menimbang langkah-langkah berikutnya di tengah desakan internasional yang semakin kuat untuk menghentikan eskalasi, sementara wacana invasi darat ke Kota Gaza terus bergulir.
Baca Juga: PLN Ingatkan Pentingnya Keamanan SPKLU, Pengusaha Diminta Patuhi Regulasi
Dalam rancangan kesepakatan itu, Israel diminta untuk menarik mundur pasukan dari sejumlah titik di Gaza. Sebagai gantinya, akan ada jaminan akses masuk bantuan kemanusiaan dalam jumlah cukup besar guna memenuhi kebutuhan dasar warga Palestina yang selama berbulan-bulan hidup dalam kondisi darurat akibat perang.
“Rencana tersebut juga mengharuskan Israel untuk mengerahkan kembali pasukannya di Gaza, dan akan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang cukup ke wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan warga Palestina,” kata dua pejabat yang terlibat dalam perundingan, seperti dikutip dari The New York Times, Selasa (19/8).
Baca Juga: Ramai di Medsos, Benarkah Gus Yaqut Minta KPK Periksa Jokowi? Ini Faktanya
Sebelumnya, Israel telah menyatakan kesediaan untuk membebaskan setengah dari total sandera yang diyakini masih hidup di Gaza, dengan imbalan pelepasan tahanan Palestina.
Tahap awal ini menjadi bagian dari gencatan senjata sementara, sebelum nantinya pembebasan sandera yang tersisa dilakukan dalam kesepakatan lanjutan yang lebih menyeluruh.
Baca Juga: 8 Hal Penting yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Ambil KPR di Bank
Kesepakatan baru ini disebut sebagai salah satu peluang terbaik dalam beberapa bulan terakhir untuk meredakan konflik. Qatar dan Mesir, yang sejak awal menjadi mediator utama, terus berusaha menekan kedua belah pihak agar mengambil langkah kompromi, meski jalan menuju kesepakatan final masih penuh rintangan.
Baca Juga: Ribuan Warga Janjikan Demo Ke-2 Lebih Besar, Desak DPRD Segera Turunkan Bupati Sudewo
Artikel Terkait
Ribuan Warga Janjikan Demo Ke-2 Lebih Besar, Desak DPRD Segera Turunkan Bupati Sudewo
Ronald Tannur Tersangka Pembunuhan Dini Sera Terima Remisi 4 Bulan di Momen HUT RI ke-80
Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Hari Ini, BMKG Ingatkan Warga Siapkan Payung
Prabowo Targetkan Danantara Setor Rp808 Triliun per Tahun, APBN Bisa Bebas Defisit
8 Hal Penting yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Ambil KPR di Bank
BLACKPINK Siap Comeback Lagi Akhir Tahun, Mini Album Baru Sedang Digodok
Aktor Legendaris Pemain 'Superman' Terence Stamp Tutup Usia, Dunia Perfilman Berduka
Ramai di Medsos, Benarkah Gus Yaqut Minta KPK Periksa Jokowi? Ini Faktanya
PLN Ingatkan Pentingnya Keamanan SPKLU, Pengusaha Diminta Patuhi Regulasi
Wapres Gibran Dijadwalkan Hadiri Festival Pacu Jalur 2025 di Kuantan Singingi