INSIBERNEWS — Kim Keon Hee, mantan Ibu Negara Korea Selatan, kembali menjadi sorotan publik setelah Kookmin University secara resmi mencabut gelar doktornya.
Pencabutan ini bukan hanya persoalan administratif biasa, tetapi juga mencerminkan betapa dalamnya krisis kepercayaan terhadap elite politik Korea Selatan yang kerap terjerat skandal integritas, terutama yang menyangkut dunia akademik.
Lahir di Seoul pada 2 September 1972, Kim Keon Hee dikenal luas sebagai pengusaha dan direktur Covana Contents, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang seni dan pameran budaya.
Baca Juga: Bukan Skandal Baru? Lady Nayoan Jawab Isu Selingkuh Rendy dan Cewek Gereja, Ini Faktanya!
Sebelum masuk ke dunia politik melalui pernikahannya dengan Yoon Suk Yeol, Kim telah lebih dulu dikenal sebagai sosok sosialita dan figur publik yang cukup menonjol di kalangan elite Korea.
Namun, bersamaan dengan naiknya sang suami ke kursi kepresidenan pada 2022, kehidupan pribadinya mulai disorot lebih dalam.
Ia kerap dikritik karena gaya hidup mewah, dugaan konflik kepentingan dalam bisnis seni yang ia kelola, serta beberapa kontroversi masa lalu yang mencuat ke publik.
Baca Juga: BLACKPINK Tembus Puncak Global Lagi Lewat Lagu 'Jump', Catat Sejarah Baru di Billboard
Suaminya, Yoon Suk Yeol, adalah mantan jaksa penuntut umum yang memenangkan pemilu presiden Korea Selatan pada Maret 2022.
Ia naik daun sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi dan nepotisme. Namun, harapan publik itu memudar seiring waktu.
Di tengah masa jabatan yang penuh gejolak, Yoon menghadapi tekanan berat dari oposisi, kemerosotan popularitas, serta kritik tajam atas keputusan politiknya yang dianggap elitistis dan kurang menyentuh kepentingan rakyat.
Baca Juga: Makna Dibalik Logo HUT RI-80 yang Diresmikan Presiden Prabowo
Skandal yang melibatkan sang istri, termasuk kasus dugaan manipulasi akademik dan etika, turut menjadi beban politik yang berat.
Pada akhirnya, Yoon mengundurkan diri dari jabatannya sebelum masa jabatan berakhir, menjadikan periode pemerintahannya sebagai salah satu yang terpendek dalam sejarah Korea modern.
Puncak krisis reputasi keluarga ini terjadi setelah dua universitas tempat Kim Keon Hee pernah menempuh pendidikan memutuskan untuk mencabut gelar akademiknya secara beruntun.
Baca Juga: Diprotes Netizen Karena Tak Sesuai Pakem, Luna Maya Minta Maaf soal Riasan Paes di Momen Akadnya
Pada Juni lalu, Sookmyung Women’s University, kampus tempat Kim meraih gelar magister pada 1999, mengumumkan bahwa hasil tesisnya terbukti mengandung unsur plagiarisme.
Tesis tersebut, yang seharusnya menjadi tonggak ilmiah menuju gelar akademik, justru berisi kutipan tanpa atribusi, referensi yang tidak sahih, dan struktur penulisan yang tidak orisinal.
Temuan ini mendorong Kookmin University untuk membuka kembali evaluasi terhadap gelar doktor yang diberikan kepada Kim pada 2008.
Baca Juga: Sering Sembelit? Itu Bisa Jadi Tanda Kanker Kolon Mengintai Tubuhmu Diam-Diam!
Setelah meninjau dokumen dan syarat kelulusan, pihak universitas menyimpulkan bahwa karena gelar magister Kim sudah dibatalkan, maka secara otomatis ia tidak lagi memenuhi syarat administratif maupun akademik untuk mengikuti program doktoral.
Oleh sebab itu, pada Senin (15/7), Kookmin University menyatakan bahwa gelar doktornya resmi dicabut.
Dalam pernyataan resminya, pihak universitas menyebut bahwa pencabutan gelar bukan hanya soal teknis, melainkan soal menjaga marwah akademik di tengah meningkatnya keresahan publik terhadap manipulasi gelar oleh tokoh publik.
Baca Juga: 'Saya Sudah Jadi Perempuan' Pengakuan Mengejutkan Oscar Lawalata di Podcast Grace Tahir
“Universitas tidak boleh diam terhadap tindakan yang mencoreng nilai akademik dan integritas ilmiah,” demikian salah satu isi pernyataan yang dirilis ke media lokal.
Skandal ini tidak hanya berdampak pada Kim secara pribadi, tapi juga memperparah krisis kepercayaan terhadap elit politik Korea Selatan.
Banyak kalangan menilai bahwa Kim Keon Hee seharusnya tidak hanya dikenakan sanksi akademik, tetapi juga memberikan pertanggungjawaban moral di ruang publik.
Baca Juga: Dianggap Mengganggu dan Diharamkan, Sound Horeg Justru Mau Dilombakan Bupati Blitar?
Beberapa anggota parlemen bahkan menyerukan investigasi lebih lanjut terhadap bagaimana gelar tersebut bisa diberikan tanpa pemeriksaan menyeluruh selama bertahun-tahun.
Dari sosok yang pernah menjadi "wajah elegan" istana kepresidenan Korea, Kim Keon Hee kini berubah menjadi simbol kegagalan moral dan integritas di tengah masyarakat yang semakin kritis terhadap para pemimpinnya.
Skandal plagiarisme ini menjadi pengingat bahwa jabatan, status, dan koneksi bukanlah tameng dari konsekuensi hukum dan etika, terutama dalam dunia akademik yang semestinya dijaga dari kepalsuan dan manipulasi.
Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumah Hingga Tembus Pasar Global, Usaha Sambal Ini Tumbuh Lewat Pemberdayaan BRI
Dengan reputasi yang hancur dan kepercayaan publik yang runtuh, masa depan Kim Keon Hee dan Yoon Suk Yeol di panggung nasional tampaknya akan sulit dipulihkan, setidaknya dalam waktu dekat.
Skandal ini pun menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan gelar dan integritas akademik yang belakangan marak terjadi di kalangan elit Korea Selatan, sebuah ironi di negara yang sangat menjunjung tinggi prestasi pendidikan.