Pihak sekolah juga menyebut bahwa guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, serta pihak pemerintah daerah dan aparat kepolisian telah dilibatkan untuk memastikan tidak ada perlakuan diskriminatif atau kekerasan di lingkungan sekolah.
Namun, kasus ini tetap menyisakan banyak tanya. Meski secara formal pihak sekolah membantah adanya perundungan, narasi yang muncul di media sosial memperlihatkan bahwa PN sempat merasa tertekan, tidak nyaman, dan seolah tidak memiliki tempat berlindung di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Akui Nikahi Mulan Saat Acara Sunatan Anak, Ahmad Dhani Klarifikasi atau Blunder Lagi?
Kasus ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Bukan hanya soal perundungan fisik yang terlihat, tapi tekanan mental, ekspektasi akademik, hingga kurangnya ruang aman bagi siswa untuk bersuara bisa menjadi beban tak kasat mata yang berujung tragis.
Pemerintah daerah dan instansi pendidikan diharapkan segera turun tangan untuk menyelidiki lebih dalam, dan yang terpenting, memastikan hal serupa tidak terulang kembali.