INSIBERNEWS - Misteri kematian Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), akan kembali diungkap dengan langkah serius dari pihak kepolisian.
Polda Lampung menjadwalkan pelaksanaan ekshumasi atau pembongkaran makam almarhum pada Senin, 30 Juni 2025, guna mendalami penyebab pasti kematian yang selama ini menyisakan banyak pertanyaan.
Baca Juga: Tinjau Sekolah Rakyat, Seskab Teddy: Pendidikan Berkualitas Harus Bisa Diakses Siapa Saja
Kompol Zaldy Kurniawan, Kasubdit III Jatanras Polda Lampung, menyampaikan bahwa ekshumasi dilakukan atas dasar berbagai dugaan ketidakwajaran, setelah korban mengikuti pendidikan dasar Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapel) di kawasan Gunung Betung, Kabupaten Pesawaran, pada November 2024 lalu.
“Ekshumasi akan kami lakukan hari Senin. Ini bagian dari upaya untuk membuka tabir penyebab pasti kematian almarhum,” jelas Zaldy kepada wartawan, Sabtu, 28 Juni 2025.
Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Terpukul Anak Buah Terseret Korupsi Proyek Jalan di Sumut
Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara telah disiapkan untuk turun langsung ke lokasi pemakaman. Mereka akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah guna memperoleh data medis yang akurat, termasuk dugaan adanya kekerasan fisik yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Semua prosedur, tegas Zaldy, sudah disusun dengan merujuk aturan hukum yang berlaku, dan mendapat restu dari pihak keluarga.
“Kami tidak akan sembarangan. Proses ekshumasi ini juga telah mendapat persetujuan resmi dari keluarga Pratama,” tambahnya.
Baca Juga: Cabuli 10 Santri di Bawah Umur, Polisi Ringkus Guru Ngaji di Tebet
Polda Lampung juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini sebanyak 18 orang telah diperiksa sebagai saksi, mulai dari peserta diksar, panitia, alumni organisasi, pihak kampus, hingga keluarga korban.
Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keterlibatan siapa pun yang mungkin mengetahui atau terlibat dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Model Ekonomi China Buat Sri Mulyani Terkesan, Ungkap Dunia Perlu Belajar dari RRT
Pratama Wijaya diketahui mengembuskan napas terakhir pada 28 April 2025, usai mengikuti kegiatan diksar beberapa bulan sebelumnya. Kabar tentang adanya kekerasan selama kegiatan menimbulkan reaksi publik yang meminta kejelasan dan keadilan bagi keluarga korban.