Model Ekonomi China Buat Sri Mulyani Terkesan, Ungkap Dunia Perlu Belajar dari RRT

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 29 Juni 2025 | 17:17 WIB
Momen pertemuan Sri Mulyani (kiri) dengan Lan Fo’an.  (instagram/smindrawati)
Momen pertemuan Sri Mulyani (kiri) dengan Lan Fo’an. (instagram/smindrawati)

 

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Lan Fo’an, dalam pertemuan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) ke-10 di Beijing.

Diketahui pertemuan ini bermanfaat untuk mempererat hubungan bilateral serta sebagai implementasi strategis kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.

Disampaikan oleh Sri Mulyani bahwa diskusi ini adalah bentuk nyata perwujudan komitmen kedua pemimpin negara.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN Triwulan III 2025 Tak Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Dorong Industri

"Kami membahas perkuatan hubungan bilateral Indonesia–RRT sebagai implementasi yang sejalan dan sesuai kesepakatan kedua pimpinan negara Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Juni 2025.

Kedua menteri itu juga bertukar pikiran soal kondisi ekonomi global, salah satunya tentang kebijakan tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat.

Menteri Lan Fo’an juga menekankan prinsip mutual respect, kemitraan kuat, inklusivitas, dan keterbukaan.

Baca Juga: Dulu Dekat Kini Jauh, Yoo Jae Suk Ceritakan Perubahan Hubungan dengan Song Joong Ki

"Kami juga membahas situasi ekonomi dunia dan dinamika serta perkembangan kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat kepada berbagai negara dunia," kata Sri.

Lebih jauh, Sri Mulyani juga menyatakan kekagumannya terhadap model pembangunan infrastruktur China.

“Dunia dapat belajar dari sukses RRT membangun ekonominya melalui pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, dan penerapan prinsip kerja sama,” kata Sri Mulyani.

Kemudian, menkeu Lan Fo’an memaparkan data ekonomi China yang terbilang positif.

"Pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada kuartal I-2025, tingkat pengangguran menurun, dan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terkendali di 68 persen," jelasnya.***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X