INSIBERNEWS - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Pemimpin Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menyatakan secara terbuka bahwa kelompoknya siap mendukung Iran jika situasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat semakin memburuk.
Dalam pernyataannya yang disampaikan Jumat (20/6), Qassem menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan tinggal diam jika sekutunya diserang.
Baca Juga: Trump Ngamuk Lagi, Sebut Bos The Fed 'Paling Merusak' Usai Suku Bunga Tak Turun
"Hizbullah akan bertindak secara tepat," ujar Qassem, seperti dilansir dari Xinhua.
Ia menegaskan, respons Hizbullah akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan, terutama jika agresi terhadap Iran terus berlanjut.
Baca Juga: Konflik Memanas, RI Evakuasi WNI dari Iran Lewat Jalur Darat
Hizbullah selama ini dikenal sebagai kelompok militan berbasis di Lebanon selatan yang memiliki hubungan erat dengan Teheran.
Kelompok ini juga menjadi bagian dari poros perlawanan yang mencakup Hamas di Palestina dan Houthi di Yaman—tiga kelompok yang secara terbuka mendukung Iran dalam berbagai konflik regional.
Dalam pernyataannya, Qassem juga memuji Iran sebagai negara yang konsisten membela kaum tertindas, khususnya rakyat Palestina dan Lebanon.
Menurutnya, keberpihakan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan di kawasan merupakan bentuk solidaritas yang tak tergoyahkan, sekaligus ancaman nyata bagi kepentingan Israel dan sekutunya.
Baca Juga: Telat Kick-Off, Manchester City Kembali Didenda Miliaran oleh Premier League
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, menyusul serangan udara dan retorika saling ancam yang terus berlangsung.