Trump Ngamuk Lagi, Sebut Bos The Fed 'Paling Merusak' Usai Suku Bunga Tak Turun

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 20 Juni 2025 | 18:58 WIB
Potret Donald Trump (Istimewa)
Potret Donald Trump (Istimewa)

INSIBERNEWS - Donald Trump kembali melancarkan serangan pedas terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, usai bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan.

Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu, di mana suku bunga tetap berada di kisaran 4,25% hingga 4,5%, meski tekanan politik dan ekonomi semakin meningkat.

Baca Juga: Konflik Memanas, RI Evakuasi WNI dari Iran Lewat Jalur Darat

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut Powell sebagai sosok yang “paling merusak” di jajaran pemerintahan. Ia menuding keputusan Powell telah menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian Amerika.

“Jerome Powell merugikan negara kita ratusan miliar dolar,” tulis Trump.

“Dia benar-benar salah satu orang terbodoh, dan paling merusak, di pemerintah,” tambahnya dengan nada tajam.

Baca Juga: Investasi Gula hingga Daging dari Rusia Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi RI, Tapi Jangan Ganggu Peternak Lokal

Trump juga kembali mendorong agar The Fed segera memangkas suku bunga acuan secara drastis—hingga 250 basis poin. Permintaan ini jauh di luar praktik umum The Fed, yang biasanya hanya menyesuaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam satu pertemuan, kecuali dalam kondisi darurat ekonomi.

Baca Juga: Mirip Bagi Sembako, DPR Tanggapi Menu Viral MBG yang Masih Bahan Mentah di Tangerang Selatan

Federal Reserve sendiri menyatakan bahwa ketidakpastian inflasi masih menjadi perhatian utama, termasuk dampak dari kebijakan tarif yang justru didorong oleh Trump sendiri saat masih menjabat presiden.

Faktor inilah yang membuat The Fed memilih untuk menahan kebijakan moneternya sambil memantau perkembangan ekonomi global dan domestik.

Baca Juga: Telat Kick-Off, Manchester City Kembali Didenda Miliaran oleh Premier League

Serangan terbaru Trump ini bukan yang pertama. Sejak menjabat pada 2017, mantan presiden AS itu kerap berseteru dengan Powell, bahkan pernah mempertimbangkan memecatnya. Namun hingga kini, Powell tetap memimpin The Fed dan mempertahankan pendekatan hati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi AS.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X