INSIBERNEWS - Donald Trump kembali melancarkan serangan pedas terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, usai bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan.
Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu, di mana suku bunga tetap berada di kisaran 4,25% hingga 4,5%, meski tekanan politik dan ekonomi semakin meningkat.
Baca Juga: Konflik Memanas, RI Evakuasi WNI dari Iran Lewat Jalur Darat
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut Powell sebagai sosok yang “paling merusak” di jajaran pemerintahan. Ia menuding keputusan Powell telah menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian Amerika.
“Jerome Powell merugikan negara kita ratusan miliar dolar,” tulis Trump.
“Dia benar-benar salah satu orang terbodoh, dan paling merusak, di pemerintah,” tambahnya dengan nada tajam.
Trump juga kembali mendorong agar The Fed segera memangkas suku bunga acuan secara drastis—hingga 250 basis poin. Permintaan ini jauh di luar praktik umum The Fed, yang biasanya hanya menyesuaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam satu pertemuan, kecuali dalam kondisi darurat ekonomi.
Baca Juga: Mirip Bagi Sembako, DPR Tanggapi Menu Viral MBG yang Masih Bahan Mentah di Tangerang Selatan
Federal Reserve sendiri menyatakan bahwa ketidakpastian inflasi masih menjadi perhatian utama, termasuk dampak dari kebijakan tarif yang justru didorong oleh Trump sendiri saat masih menjabat presiden.
Faktor inilah yang membuat The Fed memilih untuk menahan kebijakan moneternya sambil memantau perkembangan ekonomi global dan domestik.
Baca Juga: Telat Kick-Off, Manchester City Kembali Didenda Miliaran oleh Premier League
Serangan terbaru Trump ini bukan yang pertama. Sejak menjabat pada 2017, mantan presiden AS itu kerap berseteru dengan Powell, bahkan pernah mempertimbangkan memecatnya. Namun hingga kini, Powell tetap memimpin The Fed dan mempertahankan pendekatan hati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi AS.
Artikel Terkait
BRI Perkuat Jaring Pengaman Sosial dengan Sukseskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah
Prabowo dan Putin Sepakat Perkuat Hubungan Lewat Empat Kesepakatan Strategis, Apa Saja?
Di Hadapan Putin, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia pada Perdamaian dan Kerja Sama Global
Laptop Rp9,9 Triliun Bermasalah, Eks Mendikbud Nadiem Makarim Dipanggil Jaksa
Karena Hal Ini! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Pilih Afrika untuk Bulan Madu usai Resmi jadi Pasutri
Mbah Tupon Jadi Korban Mafia Tanah, Enam Tersangka Dibekuk Polisi DIY
Telat Kick-Off, Manchester City Kembali Didenda Miliaran oleh Premier League
Mirip Bagi Sembako, DPR Tanggapi Menu Viral MBG yang Masih Bahan Mentah di Tangerang Selatan
Investasi Gula hingga Daging dari Rusia Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi RI, Tapi Jangan Ganggu Peternak Lokal
Konflik Memanas, RI Evakuasi WNI dari Iran Lewat Jalur Darat