Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada impor vaksin, terutama mengingat urgensi program vaksinasi HPV yang mencakup banyak perempuan di Indonesia.
Dengan adanya produksi vaksin dalam negeri, diharapkan dapat mempercepat proses distribusi dan ketersediaan vaksin bagi masyarakat.
Baca Juga: Sarapan Jangan Terlalu Pagi, Ini Alasan Kenapa Waktu Terbaik di Atas Jam 8
Selain program vaksinasi, Budi juga menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah preventif untuk mencegah kanker serviks.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah metode skrining mandiri, di mana perempuan bisa melakukan pemeriksaan kanker serviks secara mudah dan praktis di rumah.
Baca Juga: Terkuak! Tenaga Ahli KPK Terima Komisi Rp200 Juta dari Terdakwa Kasus Judol Kominfo
Pentingnya skrining dini ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia terhadap kanker serviks dan mendorong mereka untuk rutin melakukan pemeriksaan.
Dengan adanya vaksinasi dan deteksi dini, Kemenkes berharap dapat menekan angka kematian akibat kanker serviks dan meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia.