INSIBERNEWS - Turunnya angka inflasi nasional pada Mei 2025 memberi ruang lebih leluasa bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Sinyal ini semakin kuat menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni mendatang.
Baca Juga: Lee Jae-myung Menang Pilpres Korsel Usai Presiden Yoon Dimakzulkan, Era Baru Dimulai
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) berada di angka 1,60 persen pada Mei. Angka ini lebih rendah dari posisi April yang masih berada di level 1,9 persen.
Tak hanya itu, secara bulanan, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,37 persen (month-on-month), yang berarti terjadi penurunan harga barang dan jasa dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Tips Mudah Bedakan Daging Sapi dan Kambing Saat Iduladha, Biar Nggak Ketukar!
Inflasi inti—yang mencerminkan tekanan harga secara fundamental karena tidak mencakup komponen yang bergejolak seperti makanan dan energi—juga ikut menunjukkan penurunan. Dari sebelumnya 2,5 persen di April, menjadi 2,4 persen pada Mei.
Penurunan inflasi inti ini biasanya menjadi pertimbangan penting dalam keputusan kebijakan moneter, karena dianggap lebih mencerminkan tren inflasi jangka menengah.
Baca Juga: Awas! Ini Hukumnya Menjual Daging Qurban, Simak Penjelasan Lengkapnya
Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan inflasi saat ini relatif terkendali dan membuka celah bagi BI untuk melonggarkan kebijakan moneter. Langkah ini juga bisa memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di tengah kebutuhan akan stimulus konsumsi domestik dan investasi swasta.
Baca Juga: Cucu Habisi Nenek Lalu Buang ke Jurang, Polisi Tangkap Pelaku di Garut
Para pelaku pasar dan analis ekonomi pun mulai berspekulasi bahwa BI akan mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan untuk mendukung momentum pemulihan ekonomi.
Apalagi, Indonesia tengah menghadapi tantangan dari ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di beberapa mitra dagang utama.
Keputusan resmi akan diumumkan dalam RDG pertengahan Juni nanti. Jika BI memangkas suku bunga, ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa otoritas moneter melihat stabilitas harga cukup terjaga dan siap mendukung pertumbuhan dengan kebijakan yang lebih akomodatif.