INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya memutuskan untuk menutup secara permanen tambang batuan andesit di kawasan Gunung Kuda, Cirebon, usai insiden longsor hebat yang terjadi pada Jumat pagi, 30 Mei 2025.
Keputusan tegas ini diambil menyusul tragedi yang menimbun alat berat dan sejumlah pekerja tambang saat kegiatan operasional sedang berlangsung.
Baca Juga: Empat Kali Meletus Sehari, Gunung Semeru Masih Labil dan Terus Dipantau Ketat
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, tepat saat proses pengangkutan material tambang ke truk. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tebing material tambang runtuh, menimbun tujuh dump truck, tiga eskavator, dan beberapa pekerja yang masih belum semuanya berhasil dievakuasi. Hingga sore hari, tim penyelamat terus bekerja keras, bahkan lima eskavator tambahan dikerahkan untuk mempercepat pencarian.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa meskipun perusahaan tambang telah mengantongi izin resmi yang diterbitkan oleh DPMPTSP Jabar sejak 2020, namun itu bukan berarti bebas dari tanggung jawab terhadap keselamatan kerja.
“Perusahaan boleh saja punya izin. Tapi kalau mereka cuek soal keselamatan, itu sama saja dengan membahayakan nyawa. Izin bukan tameng untuk abai,” kata Dedi saat meninjau lokasi kejadian.
Baca Juga: Viral Polisi Pakai Narkoba Cuma Disuruh Salat, Polda Kalsel Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan
Ia menambahkan bahwa peringatan soal potensi bencana di Gunung Kuda bukanlah hal baru. Dedi mengaku sudah lama menyoroti lokasi tersebut karena sejumlah indikasi pelanggaran, mulai dari sistem kerja yang tidak sesuai standar hingga minimnya pengawasan terhadap kondisi lereng tambang yang rawan runtuh.
Baca Juga: Tekankan Pentingnya Susu, Kepala BGN Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari
“Dari dulu saya sudah bilang, area itu tidak aman. Tapi tetap saja beroperasi. Sekarang kita lihat akibatnya, dan ini tidak boleh terulang,” lanjutnya dengan nada kecewa.
Selain menutup tambang tersebut, Dedi juga memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tambang galian C di Jawa Barat. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat dan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam penerbitan maupun pengawasan izin tambang.
“Jangan hanya mengejar pajak dan izin administrasi, tapi lalai terhadap nyawa. Semua tambang akan kami periksa ulang. Kalau terbukti membahayakan, kami tutup,” tegasnya.