Tekankan Pentingnya Susu, Kepala BGN Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 30 Mei 2025 | 19:24 WIB
 Kepala BGN Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari (Unsplash)
Kepala BGN Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari (Unsplash)

INSIBERNEWS - Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di acara Peluncuran Pembangunan 1000 SPPG Pesantren tengah ramai jadi perbincangan.

Dalam kesempatan tersebut Dadan membahas soal tinggi badan anak yang dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya.

Oleh karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk sebagai intervensi untuk memperbaiki kebutuhan gizi anak-anak.

Baca Juga: Temani Rombongan Presiden Prancis, Menbud Fadli Zon Bagikan Momen Macron Menggapai Patung Buddha di Stupa Candi Borobudur

“Kalau kita tidak intervensi sekarang maka tubuhnya saya perkirakan rata-rata hanya 160-165 (cm) tapi ketika ada makanan bergizi, nanti tubuhnya minimal 180 cm,” ujar Dadan, dikutip dari tayangan langsung virtual YouTube Syaichona TV pada Jumat, 30 Mei 2025.

Kepala BGN itu kemudian menceritakan terkait anak-anaknya yang memiliki kebiasaan minum susu, sehingga memiliki tinggi badan sampai 180 cm.

“Terbukti di rumah, Pak Menko, anak saya dua laki-laki, anak pertama tingginya 181 cm ya, anak yang kedua tingginya 185 cm,” ucapnya.

Baca Juga: Dolar AS Alami Pelemahan, Proyeksi Negatif Mengemuka Meski Sentimen Pasar Terlihat Berlebihan

“Kenapa bisa tinggi? Karena minum susunya diwajibkan sama ibunya dari kecil sampai SMA kelas 2, wajib,” tandasnya.

Dadan kemudian mengatakan bahwa anaknya terbiasa minum susu 2 liter sehari sejak kecil.

“Pada saat pertumbuhan anak saya yang kecil itu, minum susunya 2 liter sehari jadi tulangnya besar-besar ya, makanya tubuhnya tinggi,” imbuhnya.

Kemudian Dadan melanjutkan bahwa tinggi badan pada anak tidak hanya bergantung pada genetik kedua orang tua, tapi juga dari makanan yang dikonsumsi.

“Tinggi badan tidak hanya masalah genetik, tapi juga makanan,” tuturnya.***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X