INSIBERNEWS - Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial sedang gencar menyeleksi calon guru untuk mengisi posisi pengajar di Sekolah Rakyat (SR).
Proses ini dilakukan bersama Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemerintah daerah. Salah satu syarat utama yang dicari adalah guru yang punya empati tinggi terhadap siswa, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Tingkat Hunian Anjlok, Hotel di Jakarta Tertekan: PHRI Sebut Situasi Sudah Masuk Kategori Krisis
Agus menambahkan, guru-guru yang nantinya terpilih diupayakan berasal dari daerah sekitar lokasi sekolah. Tujuannya agar proses belajar mengajar lebih dekat dengan kehidupan dan kondisi masyarakat setempat, sehingga pendidikan yang diberikan benar-benar relevan dan mudah diterima oleh para siswa.
Baca Juga: Sambangi Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya
Dalam seminar bertajuk "Deep Learning, Sekolah Rakyat, dan Pemberdayaan Masyarakat" yang digelar di Universitas PGRI Semarang, Agus memaparkan bahwa tahap perekrutan guru saat ini masih dalam proses asesmen.
Pemerintah tengah melakukan pemetaan kebutuhan guru di setiap kabupaten dan kota, serta mempertimbangkan status kepegawaian calon guru, apakah akan diangkat sebagai PPPK, peserta PPG, atau Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: KPK Bongkar Skandal Suap TKA di Kemnaker, Pasar Kerja Lokal Terancam
Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pendidikan berbasis asrama yang dirancang untuk membantu memutus mata rantai kemiskinan. Sekolah ini menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan luas sekitar 8,5 hektare. Model asrama ini memungkinkan siswa mendapat lingkungan belajar yang kondusif sekaligus bimbingan sosial yang intensif.
Baca Juga: China Unjuk Gigi di Laut China Selatan, Bomber H-6 Mendarat di Pulau Sengketa
Tidak hanya fokus pada aspek akademik dan karakter, lulusan SR diharapkan juga memiliki keterampilan kerja yang siap pakai. Harapannya, setelah lulus mereka bisa langsung memasuki dunia kerja dan membantu perekonomian keluarga.
Program ini selaras dengan arahan Presiden yang menginginkan pemotongan rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah seleksi guru dengan kriteria khusus ini menjadi kunci keberhasilan Sekolah Rakyat. Dengan guru yang tidak hanya pintar secara akademis tapi juga peduli sosial, diharapkan pendidikan yang diberikan bisa berdampak signifikan bagi masa depan siswa dan keluarganya. Agus menegaskan, proses ini butuh ketelitian agar yang terpilih benar-benar guru terbaik yang bisa membawa perubahan nyata.