INSIBERNEWS - Israel kembali mengobarkan ketegangan politik internasional dengan mengancam akan mencaplok wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan jika negara-negara besar seperti Inggris dan Prancis mengambil langkah untuk mengakui secara resmi kenegaraan Palestina.
Ancaman itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar pada Selasa (27/5), seperti dikutip dari media Israel Hayom.
Baca Juga: Gen Z Jepang Tak Lagi Gila Kerja: Fenomena Quiet Quitting Jadi Bentuk Perlawanan Halus
“Setiap langkah sepihak terhadap Israel akan dibalas dengan tindakan sepihak dari Israel,” ujar Sa’ar menegaskan. Ia menambahkan bahwa Tel Aviv saat ini tengah meninjau berbagai opsi, termasuk pencaplokan wilayah yang selama ini menjadi titik panas konflik dengan rakyat Palestina.
Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya dukungan internasional untuk solusi dua negara, khususnya setelah berbagai negara Eropa menunjukkan sinyal positif akan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka.
Dukungan tersebut dinilai Israel sebagai tekanan politik yang merugikan posisi mereka di meja perundingan.
Baca Juga: Lisa Mariana Gugat Ridwan Kamil soal Hak Identitas Anak, Sidang Perdana Digelar di PN Bandung
Lembah Yordan dan sejumlah kawasan di Tepi Barat telah lama menjadi incaran kelompok sayap kanan Israel untuk dianeksasi, dan pernyataan Sa’ar dianggap sebagai sinyal serius bahwa Israel bisa saja mengambil langkah sepihak yang memperburuk konflik jika tekanan global terus meningkat.
Di sisi lain, masyarakat Palestina dan banyak pihak di komunitas internasional melihat klaim Israel atas wilayah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs China, Ini Dia 3 Strategi yang Bisa Bawa Timnas Garuda Lolos Ke Piala Dunia
Pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat sendiri terus menuai dukungan, terutama sejak agresi militer Israel ke Gaza makin memicu simpati global terhadap nasib rakyat Palestina.
Namun, langkah-langkah pengakuan ini juga direspons dengan peringatan dari Israel bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika hal itu merugikan posisi politik dan teritorial mereka.